Edisi 15-04-2019
TNI AL Tangkap 2 Kapal Vietnam Pencuri Ikan


BATAM- Jajaran Komando Armada (Koarmada) I TNI AL, melalui KRI Usman Harun- 359 pada unsur Satuan Kapal Eskorta (Satkor), menangkap dua kapal ikan asing (KIA) berbendara Vietnam.

Kedua kapal itu ditangkap ka rena memancing secara ilegal (illegal fishing) di wilayah peraira n Laut Natuna Utara, Ke pulau an Riau (Kepri), Sabtu (13/4). Panglima Koarmada I Laksamana Muda TNI Yudo Margono, melalui Kepala Dinas Pene rangan Koarmada I Letkol Agung Nugroho, membenarkan penangkapan kedua KIA asal Vietnam tersebut. Agung menga takan, perairan Indonesia terus menjadi incaran KIA negara tetangga. Namun, ke ber - adaan ka pal-kapal tersebut dapat terdeteksi oleh KRI Koar ma - da I yang sedang me lak sanakan patroli rutin dalam men jaga ke - amanan di wilayah perairan Indo nesia.

“Penangkapannya ber - awal saat KRI Us man Harun-359 melaksanakan patroli rutin di wilayah barat perairan Indo ne - sia, lalu men dapatkan kontak kapal pada posisi 05° 02’ 772’’ U - 110° 30’ 737’’ T, tepatnya di Laut Na tuna,” ujar Agung kemarin. Guna menindaklanjuti itu, KRI Usman Harun-359 me lak - sanakan pengejaran, penangkap an, dan penyelidikan (jar ka plid) yang dilanjutkan dengan proses pemeriksaan dan penggeledahan terhadap dokumen, anak buah kapal (ABK), dan muat an kedua kapal asing ter se but. Dari hasil pe meriksaan di per oleh data bah - wa nama kapal Vietnam ber to - nase 80 GT ter sebut adalah BV 9888 TS. Kapal yang dinakhodai Le Van Taw dan diperkuat 3 ABK berkewarganegaraan Vietnam itu ber muatan 2 palka es batu. Satu kapal Vietnam lainnya BV 8118 TS, juga dengan tonase 80 GT. Kapal tersebut di nakho - dai Chiem Van Nghiep dibantu 17 ABK asal Vietnam. Kapal ter - se but bermuatan 1 ton ikan cam - puran.

“Saat ditangkap, ke dua KIAVietnamtersebutse dangme - laksanakan kegiatan illegal fishing di wilayah perairan Indonesia (ZEEI) denganmeng gunakanalat tangkap pair trawl,”ujar Agung. Setelah berhasil ditangkap dan diperiksa, Komandan KRI Usman Harun-359 Letkol Laut (P) Himawan memerintahkan agarkeduaKIAVietnamter sebut dikawal menuju Lanal Ra nai guna menjalani proses hu kum lebih lanjut. Penangkapan kapal ikan Vietnam oleh KRI Usman Harun-359 ini merupakan kali ke dua setelah dua pekan se be - lumnya KRI Usman Harun juga telah menangkap dua kapal ikan Vietnam di Laut ZEE Indonesia, tepatnya Laut Natuna Utara.

Agung pun meminta unsur KRI Koarmada I terus me ning - katkan patroli di perbatasan serta tidak ragu dalam me nind ak tegas segala bentuk pe lang garan dan aktivitas ilegal serta pen cu - rian sumber daya alam yang ada di perairan Indonesia bagian ba - rat. “Penangkapan KIA tersebut merupakan ben tuk komitmen TNI AL dalam hal ini Koarmada I dalam penegak an kedaulatan dan hukum di laut,” ucapnya. Yang jelas, penangkapan terhadap KIA di perairan Na tu - na Utara itu bukan kali ini ter - jadi, bahkan termasuk sering kali terjadi. Empat hari lalu, misalnya, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) juga menangkap sejumlah kapal ikan asing yang melakukan pe - nangkapan ikan secara ilegal di sana.

Empat kapal berbendera Vietnam dan dua kapal ber - bendera Malaysia itu ditangkap oleh dua kapal pengawas per - ikan an di ZEEI Laut Natuna Uta ra dan ZEEI Selat Malaka pada Selasa (9/4). Pelaksana Tugas (Plt) Direk - tur Jenderal Pengawasan Sum - ber Daya Kelautan dan Per ikan an (PSDKP) KKP Agus Su her man me ngatakan, enam kapal ikan asing itu ditangkap tanpado ku - men perizinan dari Pe merintah Indonesia serta menggu na kan alat tangkap yangdilarang jenis trawl. “KP Hiu Ma can 01 yang di nakho - dai Kapten Samson me la kukan penangkapan keempat kapal itu se kitar pukul 08.00 sampai 09.00 WIB dalam operasi pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan,” tutur Agus.

Keempat kapal tersebut adalah BV 4939 TS, BV 5156 TS, BV 93817 TS, dan BV 93816 TS. Dalam penangkapan ini juga di - tangkap 24 awak kapal ber ke - warganegaraan Vietnam. Se - lan jutnya kapal dikawal menuju Stasiun PSDKP Pontianak, Ka li - mantan Barat, untuk menjalani proses hukum. Adapun dua kapal Malaysia bernama KM PKFA 8888 (61,70 GT) dan PKF 7878 (67,63 GT) ditangkap di ZEEI Selat Malaka sekitar pukul 15.00 WIB oleh KP Hiu Macan Tutul 002 yang di - nakhodai Ilman Rustam. Dua kapal beserta sembilan awak ka - pal berkewarganegaraan Myan - mar dikawal menuju Pangkalan PSDKP Batam, Kepulauan Riau. Kapal-kapal perikanan asing ter sebut diduga melanggar Un - dang-Undang Nomor 31/2004 tentang Perikanan sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 45/2009 dengan an - cam an pidana penjara paling lama enam tahun dan denda paling banyak Rp20 miliar.

Tangkapan itu menambah deretan kapal perikanan ilegal yang ditangkap oleh armada Ka - palPengawasPerikananKKP. Se - jak Januari hingga 9 April 2019, KKP menangkap 38 kapal pe r - ikan an ilegal yang terdiri atas 28 KIAdan10kapalperikananIn do - nesia (KII). “Dari sejumlah kapal ilegal asing yang ditangkap ter se - but, 15 kapal berbendera Vietnam dan 13 kapal lainnya ber be ndera Malaysia,” ucap Agus.

sucipto/sindonews/ okezone