Edisi 15-04-2019
Tanoto Foundation Tingkatkan Kualitas SDM Guru dan Siswa


JAKARTA - Tanoto Foundation berupaya meningkatkan pendidikan dasar di Indonesia dengan memperbaiki kualitas pembelajaran dan kepemimpinan sekolah. Salah satunya melalui program PINTAR (Pengembangan Inovasi untuk Kualitas Pembelajaran).

Dengan sekitar 250.000 sekolah di Indonesia, penting untuk mendorong peran serta pihak lain dalam peningkatan kualitas pendidikan. Tanoto pun mengirimkan tenaga pengajar ke beberapa daerah. Salah satunya Ibu Tiominar atau akrab dipanggil Timi adalah seorang guru yang mengajar di kelas VI SDN 115520 Sidodadi, Pangkatan, Sumatera Utara. Dia memiliki pengalaman sekitar 21 tahun dalam bidang pendidikan, khususnya mengajar. Baginya, menjadi guru merupakan sebuah tugas sangat penting karena bisa menentukan masa depan seorang anak. Dalam menjalani tenaga pengajar, Timi ingin meningkatkan kualitas pendidikan di Sidodadi karena mayoritas warga tersebut belum banyak yang lulus sekolah dasar.

Hal ini dilatarbelakangi pekerjaan orang tua dan kurangnya informasi mengenai pentingnya pendidikan. ”Jadi, saya pas awal-awal datang ke sini kaget ya, karena di sini banyak yang nggak lulus SD. Sebab banyak yang umur 10 tahun sudah menikah apalagi pekerjaan orang tua mereka membuat anak-anak di sini jadi kurang pentingnya pendidikan,” ujar Timi di Jakarta, Jumat (12/4). Dia pun menerapkan dua metode dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Sidodadi, yakni metode Pakem dan MIKiR. Kedua metode ini sangat efektif dalam meningkatkan mutu pendidikan kepada anak-anak.

Pasalnya, dua metode ini memberikan arahan dan informasi mengenai kreativitas yang ditampilkan secara visual serta nyata sehingga, baik anak-anak maupun para guru, dapat menambah wawasan luas. ”Saya menerapkan metode MIKiR r dan Pakem, alhasil mereka pun jadi sangat tinggi dalam pendidikan. Dan meningkatkan minat baca mereka karena kita tidak hanya menampilkan dalam sebuah video, tapi ada praktik langsungnya. Jadi buat kita semakin berkembang,” katanya. Dua metode ini dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Indonesia. Hal ini membuat banyak murid yang berprestasi setelah mendapatkan pelajar dengan metode ini.

”Ya, benar sekali, jadi ini meningkatkan kualitas sumber daya manusia kita, di mana pas setelah mendapatkan pelatihan kita, banyak siswa yang berprestasi bahkan masuk olimpiade,” katanya. Pakem merupakan salah satu jenis skenario pembelajaran berupa langkah-langkah pembelajaran yang akan dilaksanakan di kelas bersama para siswa agar tujuan pembelajaran bisa tercapai. Metode ini membantu siswa memahami suatu pelajaran, guru membuat langkah-langkah pembelajarannya secara berurutan yang akan dilaksanakan siswa. Dalam skenario pembelajaran, ada pengelolaan kelas, ada model belajarnya, ada medianya, dan ada tesnya. Pengelolaan kelas seperti tugas tersebut diberikan secara individu, berkelompok, atau berpasangan.

Sedangkan metode MIKiR adalah pembelajaran dengan model MIKiR (mengalami, interaksi, komunikasi, dan refleksi) merupakan langkahlangkah di dalam skenario pembelajaran. Kondisi seperti apa yang menunjukkan siswa telah mengalami? Maka itu, guru membuat kegiatan yang menunjukkan siswa sudah mengalami. Contohnya, kegiatan siswa di kelas dan atau luar kelas dengan melakukan pengamatan. Lalu, kondisi yang menunjukkan siswa telah berinteraksi, yaitu pada saat kegiatan siswa, seperti diskusi kelompok atau berpasangan. Hal ini bisa dipilih guru dan disesuaikan dengan kebutuhan.

Selanjutnya kondisi yang bagaimana menunjukkan unsur komunikasi? Pada saat siswa mempresentasikan jawaban kelompoknya, sedangkan kondisi yang menunjukkan siswa sudah melakukan refleksi adalah saat guru meminta secara individu membuat kesimpulan apa yang sudah dialaminya, perubahan apa yang terjadi, baik lisan maupun tulisan. Jadi, dengan unsur MIKiR membuat guru menyusun skenario pembelajaran dengan lebih mudah.

Sindonews