Edisi 15-04-2019
Tornado Ancam 80 Juta Warga AS


WASHINGTON - Badai disertai tornado yang menewaskan sedikitnya dua warga di Texas dan satu orang di Louisiana ternyata menjadi ancaman nyata.

Sedikitnya 80 juta orang di Amerika Serikat (AS) terancam oleh bencana tornado dan badai yang berlangsung kemarin karena bisa setiap saat menghantam mereka. Badai yang disertai tornado menjadi bencana paling di ta ku - ti warga AS. Setiap tahun, ba - nyak orang menjadi korban tewas akibat bencana tersebut. “Sebanyak 80 juta orang ter - ancam tornado dan badai yang sedang menerjang di sebagian wilayah AS,” kata pakar me teo - rologi Haley Brink dilansir CNN . Awalnya bencana itu meng - ancam hampir 100 juta warga AS. Tetapi, jumlah korban yang terancam menurun karena kualitas dan kuantitas badai ser ta ancaman tornado se ma - kin berkurang.

Menurut pakar meteorologi Derek Van Dam, sistem badai dan tornado itu kini bergerak ke timur. “New York, Washington, dan Atlanta masuk zona ba - haya. Wilayah paling berisiko diterjang badai tersebut adalah Lembah Sungai Ohio dan S. Appalachia,” ujar Van Dam. Tornado umumnya melekat pada badai yang berlangsung malam hari. Itu mengakibatkan sedikit warga yang bisa melihat bencana tersebut. Hal itu juga mempersulit warga men da pat - kan peringatan dini. “Badai dan tornado berlangsung ketika se - bagian orang kembali tidur,” kata Van Dam. Satu badai disertai tornado meng guncang Pangkalan Uda ra Columbus di Mississippi meng - akibatkan banyak radar hancur.

“Ada indikasi kalau tor nado me ru - sak radar,” ujar Van Dam. Di Alto, Texas, tornado juga meng han - curkan sebagian kota tersebut. Pusat Prediksi Badai menya - takan wilayah Alabama hingga Ohio Valley masuk kategori ba - haya tingkat tiga dari lima skala. Badai kemarin menerjang ka - wasan itu dan terus bergerak ke timur. Badai itu juga terjadi pada siang hari. “Potensi meluasnya badai yang berbahaya kemarin juga melanda AS bagian timur. Itu akan menjadi ancaman. Tor na - do juga kemungkinan besar terjadi,” demikian keterangan Badan Cuaca Nasional (NWS). “Beberapa badai akan meng - akibatkan hujan deras. Be be rapa kawasan juga dilanda ban jir bandang,” kata lembaga ter sebut.

Dua anak-anak berusia tiga dan delapan tahun tewas ketika sebuah pohon tumbang yang menimpa mobil mereka di Texas Timur. “Kedua anak itu duduk di kursi belakang mobil, sedangkan orang tuanya di kursi depan,” kata Sherriff Wi la - yah Angelina, Texas, Kapten Alton Lenderman. Anak-anak tersebut dinyatakan tewas di lokasi kejadian. Survei kerusakan semen - tara menyatakan tornado yang masuk kategori EF-3 memiliki kecepatan 140 mil per jam. Banyak orang terluka di Ro bert - son, Franklin, Texas, ketika tor - nado menerjang kota itu. Ba - nyak pohon tumbang dan atap rumah beterbangan. Seluruh rumah di Franklin dan Bre - mond tidak mendapatkan alir - an listrik. Seorang bocah ber - usia 13 tahun hanyut di sungai di West Monroe, Louisiana, pa - da Sabtu sore.

Sebanyak tujuh orang ter - luka dan Kota Franklin di Texas menjadi lokasi terparah saat tornado menerjang kawasan itu. USA Today melaporkan, satu wanita harus dikeluarkan dari puing rumahnya saat tor - nado menerjang. “Kota Franklin mengalami kerusakan parah akibat badai. Jika Anda warga Franklin dan tidak bisa mengakses rumah Anda, maka Anda dapat ke Gereja Baptis Pertama,” kata Kantor Kepolisian Robertson dalam peringatan yang dirilis di internet. Stasiun televisi lokal KWTX- TV melaporkan dua ru - mah karavan rusak akibat tornado dan sejumlah mobil terbalik. Listrik padam di kota dengan 1.500 warga itu. Listrik padam juga terjadi di wi - layah selatan AS yang menjadi jalur badai.

Franklin terletak sekitar 105 km tenggara Wa - co, Texas. Badan Cuaca Nasional me - ngeluarkan peringatan risiko cuaca untuk beberapa wilayah Texas, Louisiana, selatan Ar - kansas, Mississippi, dan barat Alabama. Meteorologis Pusat Prediksi Cuaca Bob Oravec menyatakan lembaganya mengeluarkan risi - ko level tinggi, yakni pada level empat dari skala lima level. Itu berarti badai dalam waktu lama, luas, dan intensif akan terjadi di kawasan itu. “Itu menegaskan level ancaman,” kata Oravec dilansir Reuters.

Beberapa wilayah Texas dan Louisiana mengalami hujan lebat pada awal Sabtu (13/4). Di Texas, lembaga itu mempre - diksi angin kencang ber ke cepatan hingga 113 km per jam.

Andika hendra