Edisi 15-04-2019
UTBK Transparansi Masuk PTN


JAKARTA - Ujian tulis berbasis komputer (UTBK) telah dimulai sejak Sabtu (13/4) lalu. Tes masuk berbasis komputer yang baru pertama kalinya dilaksanakan ini untuk menjawab transparansi masuk perguruan tinggi negeri (PTN).

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Men - ristek Dikti) Mohammad Nasir mengatakan, dari hasil peman - tauan di lapangan UTBK ber ja - lan lancar dan belum ada lapor - an masalah teknis. Tahun ini me rupakan yang pertama kali ujian masuk PTN jalur seleksi bersama masuk PTN (SBM - PTBN) berbasis komputer. Dia menekankan, dengan berbasis komputer ujian akan semakin transparan. “Ini menjadi hal yang sangat penting supaya ke depan lebih transparan lebih. Government lebih akuntabel dan masyarakat Indonesia bisa mendapatkan kampus sesuai apa yang diinginkan dan sesuai dengan nilai yang telah di dapatkan pada saat UTBK ini,” katanya saat melihat pelaksanaan UTBK di Gedung Indonesian Medical Education and Research Institute (IMERI) di Kampus Universitas Indonesia (UI) kemarin.

Calon mahasiswa bisa ikut UTBK maksimal dua kali. Man tan rektor Universitas Dipo ne goro ini menyatakan, peserta UTBK diharapkan dapat belajar dari tes per ta - manya di UTBK untuk men - coba lagi pada tes kedua, apa - bila dia merasa bel um mak - simal di tes pertama. “Kalau pada saat tes dirasa ku rang yakin dengan nilainya, dia diberikan kesempatan untuk tes kembali. Dua kali dia bisa melakukan tes ini,” ung kap - nya. Guru besar akuntansi pada Universitas Diponegoro itu juga menyampaikan lokasi tes tidak dijadikan landasan diterima atau tidaknya pendaftar SBM - PTN. Pandangan calon ma-hasiswa harus mengambil tes di per guruan tinggi yang ingin dituju adalah pandangan yang salah.

“Tempat tes semua sama, yang penting hasil nilainya nanti nilai yang tertinggi. Inilah yang digunakan untuk men - daftar, jadi jangan khawatir untuk rakyat Indonesia yang tes di daerah masing-masing. Kata - kan dari Maluku, dari Papua, kemudian dia akan ambil di Universitas Indonesia, silakan. Apakah nanti ada bedanya yang tes di Papua sama yang di Ja - karta? Semua lokasinya sama,” ujar Menteri. Dalam kesempatan sama Ketua Lembaga Tes Masuk Per - guruan Tinggi (LTMPT) Ravik Karsidi menyatakan pelak sa na - an UTBK SBMPTN kali ini ber - beda dengan SBMPTN tahun lalu karena diselenggarakan ti - dak sekali serentak, melainkan beberapa kali. Namun, perlu ada upaya lebih untuk memastikan soal UTBK tidak dise barluaskan.

“Kalau dulu model ber basis kertas, berbasis cetak ini gampang sekali (disebarluas - kan). Ini soalnya kita sudah punya berpuluh-puluh set yang sudah kami siapkan. Dalam satu ruangan itu, bahkan sebe - lahan tidak bisa jiplak-men ji - plak. Ini sudah kami lakukan sedemikian rupa. Walaupun tidak sama, ini setara. Sistem ke setaraan ini kita per tang - gungjawabkan secara ilmiah,” ungkapnya. Dalam UTBK SBMPTN kali ini mahasiswa mendapat nilai terlebih dulu untuk masingmasing sesi UTBK yang diambil. Terkait passing grade atau batas minimal untuk masuk ke masing-masing PTN, tahun ini belum dapat terlihat untuk masing-masing PTN, namun LTMPT akan memberikan data sta tistik yang dapat digunakan mahasiswa untuk menentukan PTN yang dapat diambil.

“Karena tahun ini baru pertama kali sehingga belum ada gambaran (passing grade ). Tahun yang akan datang, akan terlihat, mi salkan 600 atau 700 itu bisa masuk ke Fakultas Kedokteran UI, misalkan. Sekarang ini yang kita bisa bantu ke masyarakat adalah kita 24 kali tes, setiap sesi, setiap kali tes, akan kami informasikan kepada yang ber - sangkutan pasti pegang nilai, tapi kami bantu juga nilai mak - simum berapa, minimum be ra - pa, rata-rata berapa dalam satu sesi itu sehingga dari situ terakumulasi sampai 24 kali,” ung - kap Ketua Pelaksana Eksekutif LTMPT Budi Prasetyo Widy obroto.

Dalam kesempatan ini turut hadir juga Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kema ha sis - waan Ismunandar, Ketua Lem - baga Tes Masuk Perguruan Ting - gi (LTMPT) Ravik Karsidi, Ketua Pelaksana Eksekutif LT MPT Bu - di Prasetyo Widyo broto, Wakil Ketua Pusat UTBK di Universitas Indonesia (UI) sekaligus Kepala Penerimaan Mahasiswa Baru UI Budi Pra setyo.

Neneng zubaidah