Edisi 15-04-2019
Dukcapil Maksimalkan Layanan E-KTP


JAKARTA- Jelang hari pemungutan suara Pemilu 2019, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) berjanji akan memaksimalkan layanan kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP).

Hal ini untuk memastikan agar masyarakat dapat menggunakan hak pilihnya pada 17 April mendatang. Salah satu yang dipersiapkan adalah ja ri - ngan internet yang memadai sampai hari pencoblosan. “Jaringan kita full -kan. Tim aplikasi rekam cetak e-KTP sia - ga penuh 1000% sampai de - ngan hari H coblosan. Tanggal 17 April kita masuk di 514 ka - bupaten/kota,” kata Direktur Jenderal (Dirjen) Dukcapil Ke - mendagri Zudan Arif Fakrulloh di Jakarta kemarin. Dia mengatakan, layanan jemput bola pun terus di la ku - kan secara nasional. Jajarannya di pusat pun melakukan jemput bola di rumah tahanan (rutan) Cipinang dan Salemba. “Jem - put bola hari ini d il a ku kan di Ru - tan Cipinang dan Sa lemba. Un - tuk daerah, saya be lum dapat in - formasi. Laporan masih belum masuk,” tuturnya.

Zudan menilai langkah un - tuk melakukan jemput bola di - nilai efektif meningkatkan ang - ka perekaman e-KTP. Dia me - nyebut sampai 10 April lalu pe re - kaman e-KTP sudah men ca pai 189 juta jiwa atau 98,5%. Angka ini naik dibanding pada Ma ret lalu di mana angka pere kam an baru mencapai angka 98,22%. “Penduduk yang belum me - re kam 1,5 % atau sekitar 2,9 juta. Kita senang dan berharap sisa masyarakat yang 1,5% ini segera proaktif merekam. Se - suai putusan Mahkamah Kons - ti tusi (MK) bila tidak mau me - rekam, ya harus legowo kehilangan hak pilihnya,” katanya. Lebih lanjut Zudan me nga - ta kan, kenaikan yang signifikan terjadi di lima daerah merah. Kemendagri telah menurunkan tim untuk melakukan pere kaman ke daerah yang angka per e - kamannya masih rendah di antaranya Sulawesi Barat, M aluku, Maluku Utara, Papua, dan Papua Barat.

Di Sulawesi Barat terjadi ke - naikan perekaman sebanyak 27.152. Sementara di Maluku ter jadi kenaikan angka pere - kam an sebesar 33.589. Di Maluku Utara naik sebanyak 23.468. Di Papua kenaikan ang ka pe re - kaman mencapai 47.317 dan Papua Barat sebanyak 21.968. “Nah yang di lima daerah ini saya juga berharap demikian. Ma syarakat datang ke keca mat - an atau dinas untuk proaktif merekam,” ujarnya. Direktur Eksekutif Komite Pemantau Pelaksanaan Otonomi Daerah (KPPOD) Rober Endi Jaweng sebelumnya mengatakan bahwa persoalan data ke - pendudukan menjadi masalah klasik saat pemilu maupun pil - kada, di mana perekaman e- KTP masih belum juga tuntas.

“Kita ini dari pemilu ke pe - milu dan pilkada ke pilkada ma - sih begini. Masih ada saja yang belum tuntas. Saya tidak tahu seberapa banyak surat keterangan (suket) bisa menjangkau pe milih. Tapi, pemerintah ha rus segera menuntaskan,” ka tanya. Dia mengatakan, jika tidak diselesaikan dengan baik, hal ini bisa menjadi isu yang diangkat saat hasil pemilu keluar. Maka, sudah seharusnya pemerintah melakukan antisipasi. “Jangan sampai masalah data kepen du - dukan menjadi sengketa di Mah kamah Konstitusi. Pihak pe merintah dan KPU harus an - tisipasi,” ungkapnya. Selain itu, Endi juga me nyo - roti kurang maksimalnya hu bu - ngan antara pusat dan daerah. Hal ini didasarkan atas masalah e-KTP merupakan urus an pusat yang pelak sa na an nya perlu ban tuan dari daerah.

“Inilah tercermin program prioritas nasional belum tentu menjadi komitmen daerah. Ka - lau saya melihat hubungan pusat dan daerah sering men jadi sum - batan besar. Butuh lang kah be - sar agar daerah pun ber ko mit - men menuntaskan perekaman,” pungkasnya. Di tempat terpisah, Ko mi - sioner KPU Pramono Ubaid Tan thowi menyambut baik upa ya Dukcapil memak si mal - kan layanan e-KTP. Semakin ba - nyak warga yang melakukan perekaman data, semakin ba - nyak pula masyarakat yang da - pat menggunakan hak pilih da - lam pemilu. “Undang-un dang mengatakan (pemilih) ha rus punya KTP elektronik. KTP elek tronik itu bisa dalam ben - tuk dua. Sebetulnya kalau sudah ada fisiknya dia pegang dalam bentuk fisik KTP-nya, kalau belum dapat fisiknya bagi yang sudah merekam data dia pegang dalam bentuk suket, dua-dua - nya sama, berfungsi sebagai KTP elektronik,” ucapnya saat dihubungi tadi malam.

Menurut Pramono, meski belum memiliki e-KTP warga da pat mendapatkan surat kete - ra ngan apabila sudah mela-ku - kan perekaman data. Sebab, banyak pemilih yang terkendala menjadi daftar pemilih tetap karena belum memiliki e-KTP. “Surat keterangan dari dinas kependudukan selanjutnya akan digunakan sebagai dasar un tuk mendaftarkan diri dalam daf tar pemilih khusus,” jelasnya. Jika belum terdaftar di daf - tar pemilih tetap (DPT), pemilih yang sudah memiliki e-KTP akan masuk dalam daftar pe milih khusus (DPK).

Sebelum pelaksanaan pemilu, mereka nantinya bisa mendatangi tempat pemungutan suara (TPS) sesuai dengan alamat yang tertera di KTP. “Mereka baru bisa m e milih pada pukul 12.00-13.00 de - ngan catatan surat suara tambahan masih tersedia,” katanya.

Dita angga/ mula akmal