Edisi 15-04-2019
OJK Dorong Pembiayaan Berkelanjutan


JAKARTA –Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong pro gram pengembangan pembia yaan berkelanjutan un tuk mengarahkan pem ba ngunan yang peduli dampak lingkungan dan sosial masyarakat.

Hal ini merupakan im plementasi dari Komitmen IMF/World Bank Meeting me ngenai pe - ngembangan pem biayaan ber - kelanjutan. “OJK akan melakukan pen dalaman pasar keuangan melalui penciptaan produk ke uangan mendukung per - tum buhan ekonomi yang per - ha tikan dampak sosial dan ling kungan,” kata Ketua De - wan Komisioner OJK Wim - boh Santoso saat sambutan dalam Dinner Reception The 6th Sustainable Banking Net - work (SBN) Global Meeting pada acara Tri Hita Karana Road map for Blended Fi - nance yang diselenggarakan OECD dan Trihita Karana di Washington, Amerika Se ri - kat, waktu setempat.

Bagi negara berkembang seperti Indonesia, kata dia, upa ya mendorong per tu m - buh an ekonomi sangat pen - ting untuk mewujudkan ma - sya rakat lebih sejahtera, an ta - ra lain dengan membangun in - frastruktur di berbagai daerah. Namun, kata Wimboh, pem bangunan infrastruktur yang masif ini harus mem per - hatikan dampak lingkungan dan sosial masyarakat agar tidak menimbulkan per ma sa - lah an sosial pada kemudian hari. “Untuk itu, pem b angun - an infrastruktur suatu negara harus sejalan dengan upaya pencapaian sustainable de ve - lop ment goals,” katanya. Menurut dia, industri jasa keuangan memiliki peran pen ting menyediakan pem - bia yaan pembangunan infra - struk tur melalui instrumen keuangan berbasis sus tai - nable/green financing se hing - ga pembangunan in fra struk - tur bisa dilakukan dalam ko - ridor ramah lingkungan dan so sial.

Sejumlah hal perlu di - la k ukan untuk mendorong berkembangnya sustainable finance di antaranya tersedianya program yang sistematis dan masif untuk memastikan kepedulian di semua pe mang - ku kepentingan. “Lalu kolaborasi antara pe - merintah dan sektor swasta, ekosistem yang semakin leng - kap, serta komitmen dari ko - mu nitas global untuk mem - bantu negara-negara berkembang dalam menyediakan ekosistem yang dibutuhkan,” ujarnya. Dia mengatakan, dalam kon teks pengembangan sus - tai nable finance ini, OJK da - lam tiga tahun terakhir telah melakukan berbagai hal, se - perti menyusun roadmap sus - tai nable finance, menye dia - kan kerangka regulasi bagi pem biayaan berkelanjutan, pe nerbitan green bonds/su - kuk, serta sosialisasi dan pe - ningkatan kapasitas pelaku di industri keuangan dengan dukungan dari International Finance Corporation (IFC) dan Sustainable Banking Net - work (SBN).

Adapun tahun ini IFC ber - komitmen masuk pasar green bonds Indonesia senilai USD1,5 miliar. Setelah per te muan ta - hunan Bank Dunia-IMF di Bali tahun lalu, kata dia, Indonesia mendapatkan du kungan dari para pe mang ku kepentingan global untuk mengembangkan program sustainable finance di Indonesia. Dengan dukungan besar dari Tri Hita, Indonesia ber - hasil mendapatkan dana USD2,46 miliar sebagai ko - mit men membiayai 31 proyek melalui skema pembiayaan cam puran dari berbagai pe - mangku kepentingan do mes - tik dan global. Dari 31 proyek tersebut, enam proyek baru saja selesai tahun 2018 dan paling tidak tujuh proyek akan direalisasikan tahun ini.

Kunthi fahmar sandy