Edisi 15-04-2019
Tanpa Gelardi Singapura


JAKARTA– Tim Indonesia pulang dengan tangan hampa dari Singapore Open 2019. Dua wakil yang melaju ke final, tunggal putra Anthony Sinisuka Ginting dan pasangan ganda putra Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan harus puas dengan posisi runner up.

Hendra/Ahsan yang notabene juara bertahan di turnamen harus mengakui keperkasaan pasangan asal Jepang Takeshi Kamura/Keigo Sonoda (Jepang) lewat pertarungan rubber gamedengan skor 13-21, 21- 19, 17-21 di Singapore Indoor Stadium, kemarin. Selain itu, hasil ini merupakan kekalahan ketiga beruntun pasangan berjuluk The Daddiesitu setelah meraih gelar keduanya di ajang All England 2019. Sebelumnya, pasangan senior ini juga gagal di perempat final Swiss Open dan perempat final Malaysia Open.

Pertama, kami mengucap syukur dulu, Alhamdulillah bisa ke final. Untuk pertandingan tadi kami sudah berusaha sebaik mungkin, tapi mereka lebih siap dan lebih unggul di pertandingan kali ini,” kata Ahsan dilansir laman PBSI, kemarin. Kekalahan ini membuat keduanya gagal melanjutkan dominasinya atas pasangan peringkat 3 dunia itu pada dua pertemuan sebelumnya di China Open 2018 dan All England 2019. Meski demikian, Hendra/Ahsan masih unggul head to headtiga kemenangan dan dua kali kalah.

“Pada gamekedua, kami dapat serangan yang pas jadi dapat beberapa poin berurutan. Tapi di gameketiga, mereka lebih siap lagi buat no lob-nya. Mereka memang lebih unggul dari kami. Pastinya masih banyak yang harus diperbaiki. Ke depan nanti akan kami evaluasi lagi setelah sampai di Jakarta,” kata Hendra. Dalam pertandingan kemarin, perolehan angka Hendra/Ahsan tertinggal jauh pada gamepertama. Namun, gamekedua berlangsung lebih ketat. Setelah tertinggal 8-11, Hendra/Ahsan melesat merebut delapan angka menjadi 16-11.

Kamura/Sonoda sempat memperkecil ketertinggalannya, tapi akhirnya Hendra/Ahsan berhasil mengamankan kemenangan. Sayangnya pada gamepenentu, setelah kejar mengejar angka, Hendra/Ahsan akhirnya menyerah 17-21. Pada nomor tunggal putra, Anthony Sinisuka Ginting gagal memutuskan catatan buruknya kala berhadapan dengan Kento Momota. Pebulu tangkis berusia 22 tahun itu harus mengakui keunggulan Momota lewat rubbergamedengan skor 10-21, 21-19, 21-13.

Sebelumnya, pebulu tangkis peringkat 9 dunia itu juga kalah saat bersua di Indonesia Open 2019 dan Denmark Open 2018. Dari 10 pertemuan, Anthony baru mampu memenangkan pertandingan, yakni di China Open 2018, Asian Games 2018, dan Hong Kong Open 2015. Sementara itu, pada nomor tunggal putri, wakil Taiwan Tai Tzu Ying memastikan gelar juara setelah menaklukkan pebulu tangkis Jepang Nozomo Okuhara lewat pertarungan dua game21-19, 21-15. Di sektor ganda campuran, pasangan Thailand Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanachai meraih gelar juara setelah mengalahkan wakil Malaysia Tan Kian Meng/Lai Pei Jing dengan skor 21-14, 21-6.

Pada nomor ganda putri, pasangan Korea Selatan Kim Hye Jeong/Kong Hee Yong harus mengakui keunggulan wakil Jepang Mayu Matsumoto/Wakana Nagahara dua set langsung 17- 21, 20-22. Dari ajang Vietnam International Challenge 2019, Indonesia memastikan membawa pulang tiga gelar juara. Trofi diraih tunggal putra Firman Abdul Kholik setelah mengalahkan rekannya Chcio Aura Dwi Wardoyo di final. Dua gelar lainnya dipersembahkan ganda putri Nita Violina Marwah/Putri Syaikah dan ganda putra Kenas Adi Haryanto/Rian Agung Saputro.

Abriandi