Edisi 15-04-2019
Masjid, Teh Kahwa, dan Kangri


WILAYAH Jammu Kashmir merupakan wilayah di India yang mayoritas penduduknya muslim. Tidak meng heran - kan jika di Kashmir banyak peninggalan bersejarah yang menjadi bukti kejayaan Islam di India, utamanya di wilayah Kashmir.

Masjid Hazratbal atau Hazratbal Shrine menjadi salah satu tujuan wisata yang wajib dikunjungi. Masjid yang dibangun tepat di pinggir Danau Dal ini menjadi tempat yang dimuliakan masyarakat Kashmir. Mereka meyakini di masjid ini tersimpan helaian rambut Nabi Muhammad SAW. Rambut itu konon dibawa keturunan Nabi Muhammad dari Madinah yang kemudian menetap di wilayah Bijapur, India, pada 1600-an. Masjid besar bersejarah lainnya di Kashmir adalah Masjid Jamia yang berada di kawasan kota tua di Srinagar. Berbeda dengan arsitektur Masjid Hazratbal yang berkubah, Masjid Jamia yang dibangun pada 1300-an ini tidak memiliki kubah, hanya memiliki menara-menara berundak yang berujung lancip.

Sayangnya, saya hanya bisa melihat masjid ini dari luar, tidak bisa melihat keindahan taman dan arsitektur masjid di bagian dalamnya. Sebab, saat ke sini, masjid ini sedang direnovasi dan ditutup selepas waktu salat Ashar. Tetapi, menikmati suasana kota tua di Srinagar dengan pasarnya yang ramai juga tak kalah menariknya. Pasar ini cocok buat yang suka belanja dan ingin mencari oleh-oleh suvenir khas Kashmir. Dari kawasan Masjid Jamia, kita juga bisa melihat bangunan benteng tua Kohi Maran Fort di atas perbukitan yang menghadap Kota Srinagar. Benteng itu juga merupakan peninggalan bersejarah yang dibangun penguasa pascakekaisaran Mughal sebagai benteng pertahanan.

Kashmir bukan hanya menawarkan wisata sejarah dan alam yang indah, tetapi juga wisata kuliner. The Kahwa yang memiliki aroma dan rasa yang khas serta aneka manisan buah yang dikeringkan patut dicoba saat berkunjung ke Kashmir. Kashmir pada musim dingin meninggalkan kesan dan banyak cerita. Awal datang ke Kashmir, saya sempat takjub dengan daya tahan tubuh warga lokal. Karena pada musim dengan suhu yang membuat badan menggigil, mereka hanya mengenakan baju panjang selutut tanpa dilengkapi jaket tebal. Belakangan saya tahu, pakaian itu terbuat dari bahan wol dan disebut Pheran. Mengapa mereka tidak kedinginan? Ternyata di balik baju Pherannya, mereka membawa semacam tungku kecil yang bisa dibawa ke mana-mana, namanya Kangri.

Dengan begitu, tubuh mereka tetap hangat meski tidak mengenakan jaket tebal. Kangri berupa keranjang kecil yang di dalamnya terdapat semacam wadah dari tembikar berbentuk seperti pot kecil. Pot itu diisi arang yang sudah dibakar sehingga menyisakan bara yang panas untuk menghangatkan badan. Jika ingin mencoba kehangatan Kangri, datanglah pada musim dingin ke Kashmir, sekeping surga di Bumi.