Edisi 15-04-2019
Diet Rendah Karbohidrat Aman bagi Kesehatan


LOW Carb Indonesia (LCI) bekerja sama dengan Low Carb USA mengadakan Indonesia International Low Carb Conference (IILCC) 2019 yang berlangsung pada 6-7 April 2019 lalu di Indonesia International Institute for Life-Science (i3L), Pulomas Barat, Jakarta.

Penggagas LCI, Tyo Prasetyo, mengatakan, ini adalah seminar internasional kesehatan pertama di Asia yang mengangkat tema gaya hidup rendah karbohidrat. Seminar ini menjadi wadah diskusi secara ilmiah dengan menghadirkan pemateri dari kalangan medis, baik dari Indonesia maupun mancanegara, seperti Amerika Serikat dan Australia. “Adapun tujuan utama diadakannya seminar ini adalah mengokohkan kesadaran gaya hidup rendah karbohidrat kepada masyarakat secara ilmiah dan bisa menjadi salah satu pilihan gaya hidup yang aman,” ucap Tyo.

Seminar ini juga menghadirkan para pembicara dari tiga negara, di mana 4 di antaranya berasal dari Indonesia, 2 orang dari Amerika Serikat, dan 1 pemateri dari Australia. Pembicara dari Indonesia adalah dr Asriningrum SpS yang berbicara mengenai sumber atau root cause disease dari banyak penyakit, yaitu usus (gut ) dan resistansi insulin. Lalu, dr Eka Musridharta SpS KIC MARS berbicara mengenai kesehatan saraf dan otak serta penuaan dini khusus pada saraf dan otak dan dr Piprim Basarah Yanuarso Sp A(K) berbicara mengenai gaya hidup rendah karbohidrat dan ketosis.

Ketosis atau diet keto artinya kemunculan zat keton dalam jaringan darah dan urinasi manusia di atas ambang nilai rujukan normal laboratorium. Ketosis justru bermanfaat bagi kesehatan dan menjadi alternatif yang menjanjikan bagi perbaikan kesehatan masyarakat yang didera dengan semakin meningkatnya penyakit tidak menular yang membebani perekonomian individual dan negara. Selanjutnya, pembicara lainnya adalah dr Kobal Sangaji SP KFR yang berbicara mengenai pembatasan kalori dan penuaan (aging ) sel tubuh. Pediatric Cardiology Consultant dr Piprim Basarah Yanuarso SPA(K) menuturkan, diet keto memang menitikberatkan pada peningkatan makanan lemak sehat dan minimalisasi karbohidrat.

“Low carb atau rendah karbohidrat itu tidak ada batas, diet keto plus puasa sebetulnya tidak perlu semua orang melakukannya. Orang dengan insulin resisten itu wajib melakukannya. Orang dengan metabolisme sehat tidak perlu diet keto, cukup makan karbo yang indeks glikemiknya rendah seperti ubi, sayur-mayur bukan seperti kentang yang sudah jadi keripik,” ucap dr Piprim. Menurutnya, saat ini banyak yang salah persepi, di mana banyak pemula yang salah mengartikan diet keto. Banyak di antara pemula yang mengonsumsi makanan tinggi lemak tanpa dibarengi nutrisi lainnya.

“Fokusnya bukan tinggi lemak, melainkan low carb -nya, orang salah paham bahwa keto itu pasti tinggi lemak. Padahal, tidak seperti itu, yang penting karbohidratnya dibatasi seminimal mungkin. Lemaknya terserah kita maunya apa, kalau kita tidak suka daging atau jeroan, bisa banyak makan ikan, makan butter , telur, tidak semua orang bisa dipaksa,” papar dr Piprim.

Iman firmansyah