Edisi 15-04-2019
Inovasi Alat Pacu Jantung


GAGAL jantung dapat disebabkan banyak hal. Secara garis besar, penyebab terbanyak gagal jantung adalah penyakit jantung koroner sebesar 60- 75% dengan beberapa penyebab, yaitu hipertensi 75%, penyakit katup 10%, serta kardiomiopati dan penyebab lainnya 10%.

Multipoint Pacing Cardiac Resynchronization Therapy Pacemaker (CRT), sebuah inovasi pada ilmu kedokteran, khususnya bidang jantung dan pembuluh darah, membawa kabar gembira dan menjadi harapan baru bagi pasien gagal jantung. CRT merupakan salah satu terapi gagal jantung kongestif (CHF) yang disebabkan melemahnya otot jantung (kardiomiopati). Dengan teknologi ini, diharapkan kualitas hidup pasien CHF dengan gejala sesak napas, pembengkakan kaki dan kelelahan, intoleransi olahraga, nafsu makan berkurang dan depresi dapat ditingkatkan.

Mengenai teknologi CRT, dr Sunu Budhi Raharjo PhD SpJP(K) menjelaskan, pada prinsipnya tata laksana gagal jantung dilakukan untuk memperbaiki kualitas hidup (improve quality of life ) dan perpanjangan usia hidup (improve survival ). Tata laksana gagal jantung dilakukan dengan pengobatan, tetapi pada kasus tertentu pengobatan saja tidak dapat memberikan perbaikan harapan hidup pasien.

“Ketika obat tidak dapat memberikan prinsip tersebut, dilakukan tata laksana lain, yaitu CRT. CRT yaitu alat berukuran kecil yang dipasang untuk mengembalikan gerak dindingdinding jantung agar lebih sinkron. CRT merupakan alat yang direkomendasikan pada gagal jantung lanjut (advanced heart failure ) simtomatik, yang sudah mendapatkan terapi farmakologis gagal jantung secara optimal,” bebernya. Inovasi terbaru CRT saat ini yaitu teknologi Multi p oint Pacing.

(sri noviarni)