Edisi 16-04-2019
Kembalinya si Macan Tua


AUGUSTA –Tiger Woods akhirnya berhasil bangkit dari masa sulitnya setelah menjadi juara di tur namen Masters 2019. Mantan pegolf nomor satu dunia ini membutuhkan 11 tahun untuk kembali berjaya di turnamen mayor.

Kemenangan ini me ru pakan gelar Woods pertama dalam kejuaraan utama golf sejak Amerika Serikat (AS) Terbuka 2008, dan pertama kali me me - nangi turnamen Masters pada 1997. Pegolf berusia 43 tahun ini pun telah mengumpulkan 15 gelar juara di turnamen Mayor. Namun, keberhasilan ini dinilai paling luar biasa baginya. Pasalnya, pegolf AS ini sem - pat diterpa berbagai masalah se - lama 11 tahun terakhir, salah sa tu nya masalah cedera pung - gung. Bukan hanya saat ber - main, ketika duduk untuk ma - kan pun Woods merasakan sa - kit yang luar biasa. Hal itu yang membuatnya me - maksa menjalani operasi pung - gung, termasuk untuk keempat kalinya pada April 2017. Tin da - kan itu ternyata me nye la mat kan ka rier nya yang sem pat me - ng alami ke merosotan.

“Saya me miliki ke ra gu - an yang serius setelah apa yang terjadi beberapa ta - hun yang lalu. Saya hampir tidak bisa ber jalan, tidak bisa du duk, dan ber baring. Saya be - nar-benar ti dak bisa melakukan banyak hal. Jadi, ini sangat ber - arti untuk saya dan keluarga saya dengan ke suk ses an di turnamen ini,” kata Woods dilansir the guardian. Padahal, Woods sempat men jadi salah satu olahragawan yang memiliki pengaruh besar di dunia pada akhir era ‘90-an. Dia menjadi pegolf termuda yang menjadi juara Masters pada 1997 ketika berusia 21 ta - hun dengan unggul 12 pukulan dari Tom Kite. Dua bulan ke mu - dian, pegolf bernama asli El - drick Tont Woods ini menjadi pegolf nomor satu dunia.

Dominasi Woods terus ber - lanjut pada era 2000-an, ter ma - suk me me nangkan gelar ma - yor tiga kali secara ber - untun di AS Ter buka, Turna men Ter buka, dan PGA Cham phion - ship 2000. Namun pada akhir 2008, be r bagai ce dera mulai meng ham pi rinya dan masalah-masalah lain nya. Kon - disi itu yang mem buat pres - tasinya menurun. Pengoleksi 81 gelar PGA Tour ini menabrakkan mo bil - nya ke hidran ketika me nge - mudi dari rumahnya di Florida pada 27 November 2009. Hal itu terungkit karena ada masalah pribadi dengan istrinya, Elin Nordegren, yang dinikahinya pada 2004.

Pasalnya, Woods mengakui perselingkuhannya dengan seorang wanita. Hal tersebut membuat se - jumlah sponsor memutuskan hubungan kerja sama. Woods pun kemudian meminta maaf kepada publik. Bahkan, dalam se buah buku yang diter bit kan - nya pada 2017, dia merasa sa - ngat menyesal telah meng khia - na ti istrinya. “Ketidakjujuran dan ke egoi s an saya me nye bab - kan rasa sa kit yang hebat. Elin dan saya men coba memperbaiki keretakan yang telah saya la ku - kan, tetapi kami tidak bisa. Pe - nyesalan ini akan bertahan se - umur hidup,” ungkapnya. Ke tika cedera punggung ter - jadi, Woods ter lem par dari pe - ringkat 500 dunia pada Mei 2016. Setahun setengah ke mu - dian, dia berada di urut an ke 1.193 dunia. Se la - ma dalam kon disi itu, Woods mengalami ber bagai masalah dan tertangkap polisi ketika be - rkendara dalam pe nga ruh obatobatan ter la rang.

Dalam la - poran tok si ko logi, dia me ngon - sumsi lima obat ter la rang dalam tubuhnya. “Apa yang terjadi adalah reak - si tak terduga terhadap obat yang diresepkan. Saya ti dak me nya da - ri obat telah me mengaruhi saya dengan sangat kuat. Saya ingin meminta maaf dengan sepenuh hati kepada ke luarga, teman, dan penggemar saya. Saya meng harapkan lebih ba nyak dari diri saya juga,” ung kap Woods. Setelah muncul di ruang si - dang, Woods di pe rin tahkan membayar denda USD250,meng ha di - ri sekolah Dri ving un der the influence (DUI), dan me la kukan 20 jam pelayanan ma sya - rakat.

Ko mu ni tas golf seolah-olah mem prediksi ha - ra p an Woods untuk kem bali bang kit tak mungkin ter jadi. Na mun, ke ber un tungan pun jus tru terjadi de ngan ka riernya. Pada awal 2018 dan setelah pe nyem bu han dari cedera tu lang be - la kang, Woods mulai men jalani tur - na men kompe t i t i f . Dia sem a k i n per caya diri hingga sukses menjadi juara di tur - na men pertama lebih dari lima tahun di East Lake, At - lanta, September lalu. Capaian itu menjadi awal dirinya yakin bisa bangkit di lapangan golf. Puncaknya adalah ke me - nangan di turnamen Masters ini. Dia sukses unggul satu pu kulan dari tiga pegolf rekan se ne - garanya, Dustin Johnson, Xan - der Schauffele, dan Brooks Koe - pka, yang masing-masing mem - bukukan 276 pukulan atau 12 di bawah par.

Capaian ini tentu menjadi hal paling luar biasa dalam kariernya. “Ini nyata bagi kami untuk pengalaman ini, saya tidak bisa lebih berbahagia dan senang, saya kehilangan katakata. Anak-anak saya ada di sana, dan juga waktu itu pada 1997 ayah saya ada juga di sini, dan se karang ada lah seorang ayah de ngan dua anak di sini,” ungkap Woods.

Raikhul amar