Edisi 16-04-2019
Pembunuh Siswi SMK di Bogor Masih Misteri


BOGOR –Genap 100 hari kasus pembunuhan Andriana Yubelia Noven Cahya, 18, siswi SMK Baranangsiang Bogor di Gang Sempit, Jalan Riau, Bo gor Timur, Kota Bogor, Januari 2019 lalu, tak kunjung ter ung kap.

Sejumlah masyarakat dari ber - bagai daerah Bekasi, Pa rung, Suka bumi, dan Leu wi liang yang simpatik atas kasus tersebut mendatangi lokasi kejadian atau tempat kejadian perkara (TKP) untuk meng ge lar doa bersama serta tabur bunga. “Kita datang dari berbagai latar belakang dan daerah yang simpati atas kasus ini. Kita se - ngaja datang karena ada in for - masi dari grup WA Save Noven akan memperingati 100 hari de ngan cara tabur bunga dan doa bersama,” kata Erna Hasa - nah, warga Bekasi saat ditemui di lokasi kejadian, kemarin. Dia mengaku geram dan resah lantaran hingga saat ini pelaku masih berkeliaran lebih dari tiga bulan.

“Nah, yang kita takutkan kejadian ini terulang kembali. Memang selama ini kita masih bersabar dengan ki - nerja kepolisian yang katanya kasus ini akan dituntaskan usai Pilpres 2019, mudah-mudah - an saja dari video CCTV yang di - kirim ke FBI itu bisa meng un g - kap pelakunya,” katanya. Sementara itu, Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Hendri Fiuser mengatakan, jajarannya masih fokus melakukan peng - amanan jelang Pemilu 17 April 2019. “Nanti setelah pilpres kita evaluasi lagi,” kata Hendri di Mapolresta Bogor, kemarin. Hendri menambahkan, ke - polisian juga masih menunggu hasil pengembangan dari ba - rang bukti rekaman CCTV yang sudah diserahkan kepada pi - hak FBI beberapa waktu lalu. Butuh waktu sekitar satu bulan bagi FBI mempelajari, meng - ana lisis, dan mengidentifikasi pe laku penusukan.

Dia menjelaskan, FBI me mi - liki alat canggih yang mam pu mengolah gambar dari tam pil - an sebuah rekaman video de - ngan jelas. Dengan alat itu, kata Hendri, diharapkan wajah pe - laku penusukan yang tere kam kamera CCTV itu bisa ter iden ti - fi kasi. “Sambil me nung gu hasil dari FBI seperti apa, ken dalanya di mana. Kita tung gu hasilnya, kita sudah kirim mereka sedang proses,” kata nya.

Haryudi