Edisi 16-04-2019
Peti Kemas Jadi Hunian Kampung Akuarium


JAKARTA–Pemprov DKI Jakarta akan menata kembali Kampung Akuarium, Penjaringan, Jakarta Utara. Pembenahan kali ini difokuskan pada hunian masyarakat dengan memanfaatkan kontainer atau peti kemas bekas.

Menjelang HUT ke-492 DKI Jakarta, Kampung Akuarium mu lai berbenah. Lokasi ini di - pilih lantaran meng inte gra si kan wajah baru kota Jakarta, yakni adanya perubahan sesuai visimisi Gubernur DKI Anies Bas we - dan. “Perubahan itu ten tu ke arah yang lebih baik lagi,” kata Asis ten Perekonomian, Pem ba - ngunan, dan Ling kung an Hidup Jakarta Utara Suroto di Pen ja - ringan, Jakarta Utara, kemarin. Perbaikan sarana dan prasa - ra na di Kampung Akuarium ha - nya sebatas persiapan acara sa ja. Sebab perbaikan telah dila ku - kan jauh sebelum rencana aca ra pencanangan HUT DKI digelar di lokasi ini. Perbaikan tersebut meliputi saluran air, jembatan penyeberangan orang antara Kampung Akua ri um dengan Kampung Luar Ba tang, dan pengaspalan lapang an.

“Perbaikan tidak mencapai 100% karena memang Kam - pung Akuarium sudah lebih baik dari sebelumnya. Infor ma - si yang saya dapat kampung ini akan ditata lebih baik lagi seba - gai hunian warga,” ujar Suroto. Dalam acara pencanangan HUT DKI selain menampilkan pen tas seni dan kebudayaan, ke - giatan akan diisi penaburan benih ikan dan penanaman po - hon nyam plung, pohon itu men - jadi khas tanaman di Jakar ta Utara. Terkait penataan Kam - pung Akua rium, Gubernur Anies bakal mem bangun ka was an itu sebagai kam pung wi sata. Untuk rumah tinggal bakal memakai kontainer atau peti kemas bekas. Koordinator Community Action Plan Kampung Akua ri - um Dharma Diani mengatakan, penggunaan kontainer sebagai tempat tinggal belum jamak di - temui dan bisa menjadi ciri khas Kampung Akuarium.

“Ada ke - unikan yang menjadi ciri khas karena terbuat dari kontainer. Filosofi kontainer juga kan se - benarnya peti kemas itu nggak jauh dari Pelabuhan Sunda Ke - lapa. Posisi kami kebetulan te - pat berdampingan,” ujar Diani. Apabila kontainer dijadikan tempat tinggal warga, maka sua sana kampung selaras de - ngan Pelabuhan Sunda Kelapa yang berjarak sekitar 20 meter. Apalagi di Kampung Akuarium terdapat bangunan-bangunan cagar budaya mengundang per - hatian turis yang sedang ber - wisa ta di Jakarta Utara.

“Saat mereka melihat ada kampung yang unik dengan kon tai ner - nya, penghijauannya, kita bisa buka suvenir, buka kafe, banyak se benarnya dan itu mening kat - kan perekonomian warga men - jadi lebih baik lagi,” ungkapnya. Deputi Gubernur Bidang Tata Ruang dan Lingkungan Hi dup DKI Jakarta Oswar Mua dzin Mungkasa mengatakan, pe na ta - an permukiman kumuh dan pa - dat penduduk selama ini sifatnya sporadis dan hanya memper can - tik luarnya saja. Iro nis nya, hidup masyarakat yang lingkungannya diper can tik te tap mis - kin dan susah. Untuk itu, penataan ha - rus di lakukan bersama-sama se hing ga ada collaborative app - roach memecahkan seluruh ma - sa lah. Dia optimistis konsep pe - nataan permukiman di Jakarta bisa menjadi contoh bagi pe na - ta an kota-kota lain di Indo nesia.

“Kita ingin jadi center of excellence menangani rumah ku muh di Indonesia,” ucapnya. Pengamat perkotaan dari Universitas Trisakti Nirwono Joga menuturkan, sebelum me - nata, Pemprov DKI harus mere - visi aturan tata ruang terlebih dulu. Apalagi banyak per mu - kim an kumuh menempati la - han negara. Misalnya Kampung Akuarium yang dijadikan per - contohan. Kampung Akuarium merupakan kawasan pendu - kung cagar budaya, seperti Pa - sar Ikan dan Kota Tua. Di sisi lainnya juga terdapat area un - tuk ruang terbuka hijau guna mendukung aliran air ke laut. Sementara dalam peta tata ru - ang DKI Jakarta, Kampung Akuarium tercatat sebagai zona milik pemerintah daerah. Jika mengikuti aturan ber - laku, menurut dia, akan sulit membenahi kampung-kam - pung yang berdiri di tanah ne - gara.

Bila satu lokasi dilegalkan untuk permukiman, maka akan menyulitkan Pemprov DKI da - lam penataan lain, misalnya program normalisasi sungai. Se lain itu, penataan kampung di atas tanah negara tidak bisa menjanjikan warga atas hak milik bagi tanah tersebut.

Yan yusuf/bima setiyadi