Edisi 16-04-2019
Tol Cisumdawu akan Jadi Jalur alternatif Mudik


BANDUNG - Meski masih dalam proses pe ngerjaan, ruas Tol Cileunyi-Sumedang- Dawuan (Cisumdawu) disiapkan sebagai jalur alternatif mudik Lebaran 2019.

Hal itu dikatakan Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Ba rat Iwa Karniwa setelah pihaknya me ne ri - ma informasi terbaru terkait kesiapan Tol Cisumdawu untuk mudik Lebaran 2019. Menurut Iwa, berdasarkan laporan dari Satuan Kerja (Satker) Tol Cisumdawu yang di te - rimanya pekan lalu, ruas Tol Ci - sumdawu yang akan di fung si - kan untuk mudik adalah Ran - cakalong-Sumedang, tepatnya di Seksi II Tol Cisumdawu. “ Cisumdawu yang sudah siap sepanjang 5,5 kilometer,” ujar Iwa di Bandung, kemarin. Kini, kata Iwa, pihak Satker Tol Cisumdawu tengah menyiap kan akses di wilayah Tan - jungsari dan Rancakalong serta Sumedang bagi para pe mu dik untuk mengakses ruas tol yang difungsikan tersebut.

“Sek a rang sedang disiapkan akses masuk dan keluar tolnya, sudah signifikan nanti akan ter sam - bung ke jalan provinsi,” kata nya. Iwa mengakui pengerjaan ak - ses ini masih menemui be berapa kendala, terutama di be berapa titik badan jalan yang belum selesai. “Ini agak meng hambat pem bangunan fisik nya, tapi su - dah kami rapatkan bagaimana pe nyelesaiannya,” katanya. Guna mendukung penger - jaan akses tersebut, pihaknya berharap sejumlah lahan bisa segera dibebaskan karena su - dah mengantongi ke pu tus an Mahkamah Agung. Pi hak nya juga mendorong agar se jumlah lahan yang sudah ditelaah Pemkab Sumedang dibebas kan setelah Pemilihan Umum (Pemilu) 2019. “Ini akan diak se - lerasi setelah pemilu,” kata nya.

Iwa menambahkan, te ro - wong an kembar Tol Cisum dawu di daerah Rancakalong nanti ha - nya akan digunakan satu sisi dari arah Bandung ke Cirebon. Se - men tara meski su dah tuntas pe - ngerjaannya, sa tu terowong an lagi belum akan difungsikan ka re - na memerlu kan beberapa per - siap an uti li tas, seperti pe ma - sangan ram bu lalu lintas dan lai - nnya. “Yang difungsikan masih sa tu arah dari Bandung ke Ci - rebon,” kata Iwa. Menurut dia, arus mudik ke arah Cirebon, terutama Sume d - ang, bisa menggunakan dua jalur pilihan, yakni melalui Tol Cisumdawu yang difungsikan dan jalan nasional via Cadas Pangeran, sehingga kemacetan lalu lintas di jalur Bandung-Su - medang yang kerap kali terjadi diharapkan bisa ditekan. “Nan ti detail pengaturannya oleh Dishub (Dinas Perhubungan), tapi ini (Tol Cisumdawu) bisa di - fungsikan,” kata Iwa.

Sementara itu, Komisi IV DPRD Jawa Barat meminta pi - hak terkait memastikan kela - yakan tol Cileunyi– Su me - dang– Dawuan (Cisumdawu) sebelum digunakan sebagai jalur alternatif mudik Lebaran 2019. Permintaan itu di sam - paikan Wakil Ketua Komisi IV DPRD Jabar Daddy Rohanadi. Menurutnya, uji kelayakan merupakan hal wajib dilakukan mengingat itu berkaitan deng - an keselamatan para pemudik. “Jangan sampai faktor sa fety diabaikan. Logikanya kan jalan ini harus layak pakai, ini yang harus diperhatikan betul,” ujar Daddy kemarin. Selain uji kelayakan, pihak terkait juga harus memastikan kelengkapan utilitas pen du - kungnya, seperti rambu-rambu lalu lintas, termasuk lampu penerangan jalan, terutama di ba - gian terowongan yang pan jang - nya mencapai 472 meter itu.

“Terowongan itu cukup pan - jang, jadi wajib dilengkapi lam - pu lalu lintas. Logikanya enggak mungkin dipakai kalau tidak dilengkapi lampu,” ujar Daddy. Diakui Daddy, pihaknya be - lum melakukan kembali pe ngecekan terhadap kondisi ruas tol Cisumdawu yang telah ram - pung, hingga kini kembali di - rencanakan untuk dipakai se ba - gai jalur alternatif mudik. “Bukan pesimistis, tapi ber da - sarkan pengecekan ter akhir beberapa bulan lalu masih banyak yang harus dikerjakan. Saya kem - bali tegaskan, jika be lum layak mending jangan di gunakan dari - pada berisiko ter hadap ke se - lamatan,” sa m bung nya. Lebih jauh Daddy menga ta - kan, sebenarnya penggunaan tol Cisumdawu untuk jalur al ter na tif mudik sudah direnca nakan sejak musim mudik Le baran 2018. Namun, rencana itu tak kun jung terealisasi ka rena ter kendala pembebasan lahan.

”Di Seksi 1 fase 1 dan 2 kan masih ada persoalan pem be bas an lahan. Itu sebenarnya la han milik IPDN, tapi ada war ga yang meng gugat nya. Gu gatan per ta ma IPDN me nang, lalu warga kembali me la yang kan gugatan kedua,” ucapnya. Oleh karena itu, pihaknya mendesak pemerintah menun - tas kan persoalan tersebut. Pa - salnya, seksi 1 dan seksi 2 tol Cisumdawu menjadi kewajiban pemerintah dalam pemba ngu - na nnya. “Tol Cisumdawu ini ti - dak semua dibangun oleh kon - sor sium, ada kewajiban pe m e rin - tah di Seksi 1 dan 2, ini yang harus segera dituntaskan,” tand asnya.

Diketahui, proyek tol Ci sum - dawu sepanjang 60,1 km ter bagi ke dalam dua fase. Fase I terdiri atas seksi I dan II, mulai ruas Cileunyi hingga Ranca ka long men - jadi tanggung jawab pemerintah. Sementara fase II terdiri atas seksi III–VI mulai ruas Sumedang hingga Da wuan, Kabupaten Ma - ja lengka yang menjadi tanggung jawab pihak konsorsium, yakni PT Citra Karya Jabar Tol (CKJT).

Agung bakti sarasa