Edisi 16-04-2019
Wali Kota Pasuruan Dituntut 6 Tahun Penjara


SURABAYA – Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjatuhkan tuntutan 6 tahun penjara kepada Wali Kota Pasuruan nonaktif Setiyono dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya, kemarin.

Selain Setiyono, JPU juga menuntut5tahunpenjarauntuk Plh Kadis PU Kota Pasuruan Dwi Fitri dan 4 tahun penjara untuk tenaga honorer di Kelurahan Purutrejo, Kota Pasuruan, Wahyu Trihadianto. Ketiganya didakwa menerima suap terkait proyek pada Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Pem kot Pasuruan senilai Rp2,2 miliar. Ketiga terdakwa dijerat Pasal 12 B UU 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagai mana telah diubah dengan UU 20 Tahun2001tentangPer ubahan atas UU 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. “Ter dakwa atas nama Setiyono dituntut dengan 6 tahun penjara dan denda Rp500 juta subsider 6 bulan kurungan,” tandas JPU Taufiq Ibnugroho saat membacakan surat tuntutan.

Dalam sidang yang dipim - pin I Wayan Sosiawan ter - sebut, JPU juga mewajibkan Setiyono untuk mengem bali - kan uang pengganti sebesar Rp2,2 miliar. Jika tidak mem - bayarkan uang pengganti, jaksa memintapenyitaanhartaben da milik terdakwa sesuai dengan besarnya uang peng ganti. “Jika uang sitaan ter sebut kurang dari besarnya uang pengganti, maka terdakwa menjalani hu - kuman pidana 1 tahun pen - jara,” kata Taufiq. Sedangkan Dwi Fitri ditun - tut dengan 5 tahun penjara dan denda Rp300 juta subsider 6 bulan kurungan. Dwi Fitri juga wajib membayar uang peng - ganti sebesar Rp80 juta. Jika tidak dapat membayar uang pengganti selama 1 bulan, ter - dakwa dijerat hukuman pi da - na selama 6 bulan penjara.

Untuk Wahyu Trihadianto, selain dituntut dengan 4 tahun penjara, juga diwajibkan mem - bayar denda Rp200 juta sub - sider 6 bulan penjara. “Wahyu Trihadianto tidak dikenakan uang pengganti karena ter - dakwa sudah membayar uang pengganti tersebut,” tandas Taufiq. Ali Ismail selaku kuasa hukum Setiyono menilai, tun - tutan jaksa cukup berat. Dengan tuntutan yang berat itu, dirinya akan memasukkan beberapa hal dalam nota pem - belaan (pleidoi) nantinya. “Ada beberapa hal yang menjadi keberatan yang akan kami tuangkan di pleidoi,” katanya.

Lukman hakim