Edisi 16-04-2019
KPU Tuntaskan 17,5 Juta DPT Bermasalah


JAKARTA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyatakan telah menuntaskan daftar pemilih tetap (DPT) yang dianggap ber masalah oleh tim Badan Peme nangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga Uno.

Komisioner KPU Viryan Aziz mengungkapkan, KPU te - lah melakukan verifikasi fak - tual terhadap polemik 17,5 juta data pemilih yang sebelumnya dipermasalahkan. KPU juga telah mengadakan pertemuan dengan TKN 01 dan BPN 02 untuk menyampaikan do ku - men penyelesaian atas laporan BPN 02 soal DPT bermasalah. Menurut dia, data 17,5 juta yang diduga bermasalah ter se - but telah diverifikasi secara faktual menggunakan teknik sampling. Verifikasi tersebut di la kukan terhadap 1.604 data pemilih yang diper ma salah - kan. Hasilnya, bukanlah po le - mik terkait data dan meru pa - kan kewajaran.

“Data pemilih 17,5 juta adalah wajar dan apa ada nya . Karena regulasi atau ke bijakan dari pencatatan si pil. Temuan di lapangan me nguat kan hal tersebut. Dari 1.604 sampel, 98,5% terve ri fi kasi faktual ada orangnya,” tan das Viryan di Gedung KPU, Ja karta, kemarin. Menurut dia, salah satu data yang diduga bermasalah oleh BPN adalah adanya data pemilih yang memiliki tanggal dan bulan lahir yang sama da - lam jumlah besar. Hasil ve ri fi - kasi yang dilakukan KPU me - ne mukan bahwa data tersebut merupakan hasil pencatatan bagi warga yang lupa terhadap tanggal dan bulan lahirnya. “Se mua penduduk yang lupa tang gal atau tidak tahu lahir - nya semua ditulis 31 De sem - ber. Kemudian sejak berlang - sung nya SIAK (Sistem Infor - ma si Administrasi Kepen du - duk an) 2004, penduduk yang lupa tanggal dan bulan lahir - nya ditulis 1 Juli,” ungkapnya.

Viryan juga mengatakan ter kait dengan data pemilih yang ditemukan lahir pada 1800 dan berusia di atas 90 ta - hun. Hal tersebut me ru pa kan bagian dari kesalahan input data. KPU, lanjutnya, juga telah membereskan data tersebut. “Data usia unik yang dianggap tidak wajar mulai dari di atas 90 tahun dan di bawah 17 tahun. Dugaan data tersebut ada 325.327 pemilih. Ini telah di - selesaikan. Sebagian dit e mu - kan orangnya ada datanya be - nar. Sesuai dengan ke pen du - dukan yang ada,” paparnya. Hanya 1,25% dari jumlah DPT yang disampaikan BPN be nar bermasalah. Sisanya, 98,75% dari 17,5 juta DPT, ada - lah data valid. Viryan merinci, 87,59% dari 17,5 juta DPT itu orangnya ada dan datanya be - nar.

Kemudian 6,55% dari 17,5 DPT itu orangnya ada, namun ada kekeliruan data. Sela n jut - nya 4,61% dari 17,5 juta DPT itu orangnya ada. Hanya, data kependudukan mereka belum dicetak atau hilang. “Pemilih dalam kategori ini nantinya akan menggunakan suket (surat keterangan) da - lam Pemilu 2019. Selain itu, 1% dari 17,5 DPT itu orangnya di - temukan, namun mereka tidak memenuhi syarat karena se - bagian telah meninggal dunia atau berusia di bawah 17 ta - hun. Kemudian 0,25% tidak ada orangnya dan data tidak me me nuhi syarat,” katanya. Sebelumnya, Juru Bicara Debat BPN, Ahmad Riza Patria, berharap KPU dapat terus me - nun taskan masalah DPT ini.

Mula akmal