Edisi 16-04-2019
Kasatker SPAM Strategis Akui Terima Rp7,655 Miliar


JAKARTA – Kepala Satuan Kerja (Satker) Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Strategis/Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) SPAM Lampung Anggiat Partunggul Nahot Simaremare mengakui menerima uang dengan total lebih dari Rp7,655 miliar kurun 2014 hingga 2018.

Pengakuan ini disampai kan Anggiat Partunggul saat ber - saksi dalam persidangan empat terdakwa pemberi suap di Pengadilan Tipikor Jakarta, kemarin. Empat terdakwa ter - sebut adalah Direktur Utama PT Wijaya Kusuma Emindo (WKE) sekaligus pengendali PT Tashida Sejahtera Perkasa (TSP) Budi Suharto, Direktur Keuangan PT WKE merangkap bagian keuangan PT TSP Lily Sundarsih W (istri Budi), Direk - tur Utama PT TSP me rangkap Project Manager PT WKE Irene Irma (anak Budi dan Lily), dan Direktur PT WKE sekaligus ProjectManagerPTTSPYuliana Enganita Dibyo. “Saya ada menerima uang dari WKE dan TSP. Tapi bukan fee. Adakami(saya) pinjamuang 100 (Rp100 juta) dan 250 (Rp250 juta) untuk per baikan SPAM Blora,” ung kap Anggiat.

Kurun November 2014 hingga 2016 ada penerimaan uang lima kali hingga mencapai Rp1,135 miliar dari PT WKE. “Saya nggak ingat siapa dari WKE yang serahkan, itu sudah lama. Itu diserahkan di Maluku Utara,” ungkapnya. Pada Februari 2018, Anggiat menerima Rp500 juta dari ter - dakwa Yuliana Enganita. Kemu - dian pada Maret 2018 sejumlah Rp250 juta dari terdakwa Irene Irma, dan Mei 2018 sejumlah Rp500 juta dari Jemy Paun - danan. Berikutnya pada Sep - tem ber 2018, Anggiat mene - rima uang tiga kali dengan total Rp350 juta dan USD5.000. Selanjutnya pada 21 Desember menerima lagi Rp500 juta. “Ada lagi dari beberapa kontraktor Rp1,8 miliar; Rp870 juta; dan Rp1,4 miliar,” ungkapnya.

Dari uang-uang yang dite - rima, Anggiat mengaku me - nya lurkan ke sejumlah pejabat Kementerian PUPR. Di antara - nya Direktur Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (PSPAM) Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR Agus Ahyar sekitar Rp200 juta, Dirjen Cipta Karya Sri Hartoyo sebesar Rp500 juta, dan PPK SPAM Wilayah IA Indra Kartasasmita sebesar Rp110 juta dan USD20.000.

Sabir laluhu