Edisi 16-04-2019
IPM Meningkat Harapan Hidup Naik


Indeks Pembangunan Manusia (IPM) alami peningkatan sepanjang tahun lalu. Dari publikasi Badan Pusat Statistik (BPS) terungkap kenaikan IPM pada 2018 tercatat seki tar 0,82 % menjadi 71,39 dibandingkan 2017.

Berdasar kan kategori provinsi terdapat satu provinsi dengan kenaikan IPM sta tus sangat tinggi, lalu 21 provinsi meraih status tinggi dan 12 provinsi masuk kategori sedang. Pada intinya, IPM mengukur kualitas hidup manusia yang dilihat dari berbagai segi kehidupan, seperti kualitas kesehatan, pendidikan, dan pengeluaran per kapita per tahun. IPM adalah sebuah instrumen untuk mengukur sejauh mana program pembangunan pemerintah berhasil atau tidak dalam me ningkatkan kualitas hidup masyarakat. Lebih rinci, BPS membeberkan dari sisi kesehatan harapan hidup semakintinggi, bayi kelahiran tahun lalu memiliki harapan hidup hingga usia 71,20 tahun atau lebih lama 0,14 tahun disbanding bayi lahir sebelum 2018.

Dari sisi pendidikan, anak-anak yang berusia tujuh tahun pada 2018 memiliki harapan menikmati pendidikan diploma 1 atau selama 12,91 tahun, lebih lama sekitar 0,6 tahun dibanding 2017. Dan, sisi pengeluaran per kapita per tahun terjadi peningkatan sekitar Rp395.000 menjadi Rp11,06 juta pada tahun lalu. Sejak sembilan tahun terakhir ini, IPM terus mencatatkan kemajuan dari 66,53 pada 2010 hingga menembus 71,39 pada 2018 lalu. Selama periode 2010 hingga 2018, status IPM meningkat dari level sedang menjadi tinggi sejak 2016. Adapun provinsi yang mengantongi status IPM sangat tinggi adalah DKI Jakarta, yakni 80,47. Sebaliknya, Provinsi Papua memiliki IPM terendah namun sudah naik menjad ikategori sedang. Pada2017, Papuama - sih menyandang kategori IPM rendah.

Namun dilihat dari sisi per - tumbuhan IPM tertinggi justru dialami Papua, sebaliknya DKI Jakarta, Kepulauan Riau, dan Bali mencatat pertumbuhan IPM terendah. Dengan demikian, sudahtidakadaprovinsiyangmenyandangstatusIPMrendah. Merujuk standar United Nations Development Programme (UNDP) makaangkaIPMyangtercatat71,39mengantarkanIndonesia pada level tinggi. Peningkatan IPM Indonesia didongkrak empat indikator. Pertama, rata-ratausiatertuamasyarakatatauumurharapan hidup dari 71,06 tahun menjadi 71,2 tahun. Kedua, peningkatan harapan lama sekolah dari 12,85 tahun meningkat menjadi 12,91 tahun. Ketiga, peningkatan rata-rata lama sekolah dari 8,1 tahun menjadi 8,17 tahun.

Indikator lama sekolah sebuah pertanda bahwa semakin banyak masyarakat yang bersekolah, walau tingkat lama sekolah belum merata untuk semua tingkatan pendidikan. Pihak BPS mencatat anak yang duduk di bangku sekolah dasar mencapai 99%. Sayangnya, begitu memasuki SMP pada usia 12 hingga 15 tahun menurun menjadi 95%, dan penurunannya berlanjut hingga level sekolah SMA dan perguruan tinggi. Keempat, yang mendongkrak angka IPM adalah tingkat standar hidup layak atau pendapatan per kapita meningkat dari Rp10,66 juta per tahun menjadi Rp11,06 juta per tahun. Kenaikan tingkat pendapatan berkaitan langsung dengan tingkat daya beli, konsumsi hingga pemenuhan gizi masyarakat.

Mengapa IPM menjadi penting untuk sebuah negara? IPM adalah instrumen atau indikator untuk mengklasifikasikan apakah sebuah ne - gara adalah negara maju, negara berkembang atau negara terbelakang. Selain itu, IPM juga untuk mengukur sejauh mana pengaruh dari ke - bijaksanaan ekonomi terhadap kualitas hidup masyarakat. Walau angka IPM terus meningkat, bukan berarti pekerjaan rumah pemerintah semakin menipis. Sebaliknya, tantangan pe me rintah untuk meningkatkan kinerja semakin besar. Mengapa? Me lalui angka IPM, terlihat jelas bahwa pembangunan manusia di negeri ini masih terdapat jurang yang lebar, dengan kata lain pembangunan be lum merata dari provinsi, kabupaten, dan kota.

Pasalnya, per tum buhan keempat indikatoryangmendorongkenaikanangkaIPMmasihberbeda-beda. Kita berharapjurangpem ba ngun anbisadieliminasisekecilmungkinsehingga semakin ba nyak masyarakat bisa hidup layak sebagaimana se mes ti nya, untuk mendapatkan kesehatan yang baik, pendidikan secara mak si mal, dan kenaikan pendapatan per kapita yang tinggi.

Berita Lainnya...