Edisi 16-04-2019
Wapres Tepis RI Deindustrialisasi


TANGERANG –Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) menepis sejumlah anggapan bahwa Indonesia mengalami deindustrialisasi. Menurut JK, sektor industri masih berkontribusi tinggi terhadap produk domestik bruto (PDB).

“Beberapa hari ini banyak dikatakan di Indonesia telah terjadideindustrialisasi. Namun, melihat angka-angka yang ada itu tidak benar. Pada 2014- 2017 rata-rata tumbuh 21,30%. Artinya industri tetap yang tertinggi dalam pendapatan nasional kita,” ujar JK di acara Indonesia Industrial Summit 2019 di BSD Covention Center, Tangerang Selatan, kemarin. Menurut dia, deindustrial i - sasi memang pernah terjadi pada kurun waktu 1998-1999 karena ter jadi krisis eko nomi se hingga in dustri terkena dampak negatif. Namun, untuk saat ini in - dus tri domestik terus berkem - bang. Pasalnya, kemajuan tekno logi mendorong produksi lebih cepat. Apalagi, imbuhnya, saat ini Indonesia sudah me - nerapkan revolusi industri 4.0.

Fase ini menuntut sumber daya manusia (SDM) dalam pengua - sa an teknologi dan hasil indus - tri berdaya saing tinggi se hing - ga perusahaan kecil pun bisa mendunia. “Perusahaan kecil dapat mendunia dan bekerja dapat dilakukan di mana-mana. Seka - rang perusahaan kecil tidak da - pat dipisahkan dengan industri besar,” ujarnya. Meski begitu, untuk meng - hadapi industri 4.0, JK ber pen - dapat masih ada yang perlu di - evaluasi dari kebijakan peme rin - tah saat ini. Hal itu salah satunya terkait penggunaan Big Data sektor industri yang di guna kan untuk membuat peta industri secara lebih rigid. “Dewasa ini data yang me nen tukan. Karena itulah sumber-sumber saat ini yang bisa me majukan masingmasing industri,” kata JK.

Pada kesempatan yang sama Menteri Perindustrian (Men perin) Airlangga Hartarto me nambahkan, sektor industri masih menjadi kontributor terbesar terhadap PDB nasional. Sektor industri pada 2018 lalu mampu berkontribusi terhadap PDB nasional sebesar 19,86%. Dari kontribusi tersebut, 30% dari total penerimaan perpajakan negara tahun 2018 dihasilkan dari sektor industri. Selain itu, sektor industri menjadi penyumbang investasi terbesar dalam empat tahun terakhir, 2014-2018, dengan jumlah 41,8% dari total realisasi investasi. Melalui peta jalan revolusi industri keempat, Indonesia dapat merevitalisasi sektor industri manufaktur se - hingga pada 2030 dapat men - jadi negara 10 ekonomi terbesar dunia.

“Dampak dari industri 4.0 antara lain dapat mening katkan kontribusi ekspor neto ter - hadap PDB sebesar 10%, meningkatkan dua kali produktivitas terhadap biaya, dan me - ningkatkan 2% untuk pengeluar an R&D terhadap PDB,” ujarnya. Di sisi lain, pemerintah terus mendorong pemanfaatan dan pengembangan alat mekanis multiguna pedesaan (AMMDes) untuk produktivitas masyarakat desa. Kehadiran AMMDes sejalan dengan fokus pemerintah dalam upaya meningkatkan per - ekonomian masyarakat desa.

“Kami mendorong upaya mem - bangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah dan desa yang diwujudkan melalui pendekatan untuk mengatasi ketimpangandanmengem bang - kan potensi yang ada di pedesa - an,” kata Airlangga. AMMDes secara resmi telah diluncurkan Presiden Joko Widodo dan Menperin pada acara Gaikindo Indonesia Inter - nasional Auto Show (GIIAS) 2018. “AMMDes merupakan salah satu produk modernisasi yang masuk dalam program kerja Jokowi-JK. Karena itu, diharapkan alat multifungsi ini dapat meningkatkan produktivitas sehingga dapat mem bawa kesejahteraan masyarakat,” papar Airlangga.

Menurut Menperin, alat un - tuk mengakomodasi kebutuhan masyarakat di per desaan ter - sebut telah melalui berbagai tahapan pengembangan dan uji coba. Saat ini, AMMDes dipro - duksi massal oleh PT Kreasi Mandiri Wintor Indonesia (KMWI). PT KMWI memiliki kapasitasproduksi3.000unitper tahun dan rencananya perusa ha - an akan meningkatkan kapasitas terpasangnya menjadi 12.000 unit per tahun di 2020. “Komponen lokal AMMDes sudah lebih dari 70%. Untuk muatan penuhnya bisa men - capai 700 kg dan variasi kemi - ringan 20 hingga 30 derajat. AMMDes dilahirkan karena melihat infrastruktur atau jalan desa sehingga dapat dimanfaat - kandijalanyangsangateks trem,” paparnya.

Di samping terbukti mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri, AMMDes juga telah di minati negara-negara lain. Hal ini ditandai dengan penan da tanganan letter of intent (LoI) antara PT Kreasi Mandiri Wintor Distributor sebagai perusahaan distribusi AMMDes-KMW de ngan PT Repindo Jagad Raya tentang rencana ekspor 10.000 unit AMMDes hingga 2023 ke 49 negara, termasuk beberapa negara di Asia Tenggara.

Nanang wijayanto