Edisi 16-04-2019
B100 Pangkas Biaya Operasional Kendaraan


JAKARTA–Penggunaan biodiesel 100% (B100) pada alat mesin pertanian (alsintan) dan kendaraan bermotor bisa memangkas biaya operasional hingga 25%.

Karena itu, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menginstruksikan penggunaan B100 pada alsintan dan kendaraan operasional di ling - kup Kementerian Pertanian (Ke m entan). “Para pejabat Kementan mu lai dari menteri hingga pe - jabat lainnya dan kendaraan jem putan pegawai nantinya ha - rus meng gunakan B100,” ujar Mentan pa da acara uji coba per - dana pro duk Biodiesel B100 di Kantor Pusat Kementerian Per - ta nian, Jakarta, kemarin. Selain itu, nanti para petani juga diharapkan menggunakan B100 saat mengoperasikan al - sin tan. Oleh karena itu, Men tan meminta produsen yang mem - produksi alsintan agar me - nyesuaikan spesifikasi me sin - nya ke B100. Upaya tersebut di - lakukan untuk menambah kon - sumsi minyak sawit men tah (crude palm oil/CPO) di da lam negeri.

Apalagi mulai 2021, Uni Eropa berencana melarang penggunaan CPO sebagai ba - han baku biodiesel. Apabila ren - cana itu diterapkan, maka akan melukai industri CPO di In - donesia. Data Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) menyebutkan total ekspor CPO ke sejumlah negara di Eropa pada 2018 mencapai 4,78 juta ton. Angka itu mengalami pe - nurunan sekitar 5% jika di ban - dingkan tahun 2017 yang ter - catat 5,03 juta ton. “Secara po - litik, Eropa yang menolak sawit, kita bisa melawan dengan me - nambah peng gu naan sawit di dalam negeri,” katanya. Pada kesempatan tersebut, Mentan Amran memaparkan, penggunaan B100 pada ken da - ra an bermotor maupun alsin tan lebih hemat jika di ban ding kan menggunakan solar. Jang kauan per 1 liter B100 mencapai 13,1 ki - lo meter (KM), se men tara solar per liter hanya bisa men jangkau 9,6 km.

De ngan d e mi kian, me - nurutnya, kendaraan yang meng - gunakan solar meng habiskan Rp1.000 per kilometer, sedang - kan yang menggunakan B100 hanya meng habiskan Rp732 per ki lo meter atau meng hemat se - kitar 25%. Amran mengatakan, B100 yang sudah diujicobakan pada 18 mesin pertanian dan ken - daraan menunjukkan bahwa biodiesel ini tidak berdampak negatif terhadap kinerja mesin. Saat ini Kementan sedang m e la - kukan uji coba penggunaan B100 untuk 50 mesin pertanian dan kendaraan dinas Ke men - terian Pertanian. “Nanti akan bertahap, ini kan kita persiapkan. Jadi bukan bahwa hari ini langsung secara massal, bukan. Bertahap. Se - karang 50 unit dulu, mungkin nanti 6 bulan kemudian di tam - bah 100 unit, berikutnya kita tambah lagi. Jadi bertahap,” kata Amran.

Produk B100 merupakan sa - lah satu inovasi yang dihasilkan Kementan melalui Badan Pe ne - litian dan Pengembangan Per - ta nian (Balitbangtan). Para pe - neliti Balitbangtan mengem - bang kan reaktor biodiesel mul - ti fungsi yang sudah mencapai generasi ketujuh. Mesin ini tiap harinya dapat mengolah CPO sebanyak 1.600 liter. “Impian Indonesia men cip - ta kan biodiesel B100 dari CPO berhasil terwujud. Bahan bakar yang berasal dari 100% CPO dengan rendemennya 87% ini masih terus dikembangkan. Se - mua tidak ada campuran,” kata Amran. Sebelum berhasil me ngem - bangkan B100, Indonesia juga telah berhasil mengembangkan B20 menuju B30.

Selama kurun waktu 2014-2018, per kem ba - ngan B20 di Indonesia cukup pe sat. Pada 2018 produksi bio - diesel B20 mencapai 6,01 juta kiloliter meningkat 82,12% di - bandingkan tahun 2014 se - besar 3,30 juta kiloliter. Mes ki pun demikian, Amran me nye but kan, Indonesia masih me ng impor solar 10,89 juta kiloliter. “Mencermati hal ter - sebut, pengembangan B100 men jadi se buah keniscayaan,” ka tanya. Sementara itu, Kepala Ba - dan Litbang Pertanian Fadjri Juf ri mengatakan, pe ngem ba - ngan bahan bakar nabati (BBN) sudah dilakukan sejak 2009 dengan 21 komoditas di an ta - ranya kemiri sunan, jarak pagar, dan sawit yang kini meng ha - silkan B100. “Saat ini sudah ada tiga paten biofuel/biodiesel yang kita miliki, termasuk alatalatnya,” ujarnya.

Untuk produk B100 ini, me - nurut Fadjri, sudah sesuai de - ngan Standar Nasional In do - nesia (SNI). Namun, pihaknya akan melihat lebih lanjut dam - pak penggunaan B100 ter ha - dap mesin kendaraan. “Dari hasil uji coba sementara, ken da - raan yang menggunakan B100 lebih irit. Per 1 liter B100 mampu mencapai 13,1 km, se dang - kan solar hanya 9,6 km,” ung - kapnya.

Sudarsono