Edisi 16-04-2019
BUMN Didorong Berinovasi Cari Alternatif Pendanaan


JAKARTA – PT Jasa Marga (Per sero) Tbk(JSMR) menggandeng PT Mandiri Manajemen Investasi (MMI) meluncurkan produk inovatif pasar modal, yaitu Kontrak Investasi Kolektif Dana Investasi Infrastruktur (KIK-DINFRA).

Produk investasi ini diharap kan sebagai alternatif pem - biayaan untuk pembangunan infrastruktur Indonesia. Produk bernama DINFRA Toll Road Mandiri-001 ditawarkan sebanyak 1 triliun unit. Hingga saat ini sudah tercatat 423,5 juta unit penyertaan dengan total perolehan aktiva bersih senilai Rp423 miliar. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mengatakan, pemerintah terus mendorong BUMN termasuk JasaMargasecarakonsistendan inovatif menerbitkan produkprodukpendanaanbaru di pasar modal. Ini ber tujuan mempe r - luas basis investor dalam pem - biayaan infrastruktur serta mem p erkuat struktur per - modalan perusahaan.

“Saya dorong BUMN harus terus berinovasi dalam mencari alternatif pendanaan proyek infrastruktur dengan tidak ter - paku pada pendanaan kon ven - sional yang bersifat utang,” ung kap Rini dalam jumpa pers di Jakarta, kemarin. Dia menambahkan, ke de - pan tidak hanya untuk infra - struktur namun pendanaan pada sektor-sektor lainnya se - perti energi dan manufaktur. Dua sektor tersebut juga me - merlukan pendanaan besar dan BUMN bisa menawarkan pro duk inovatif kepada inves - tor pa sar modal. Rini terus men dorong perusahaan BUMN untuk terus berinovasi mencari sumber pendanaan sehingga kuat dan mampu bersaing, baik di pasar lokal maupun global.

“Inovasi-inovasi seperti ini yang terus saya dorong pada BUMN untuk bisa menda pat - kan alternatif pendanaan dan terus melebarkan sayapnya. Apresiasi saya ke manajemen Jasa Marga serta semua pihak yang sudah mendukung. Saya berharap makin banyak BUMN yang mendapatkan pen danaan di bursa,” kata Rini. Direktur Utama Jasa Marga Desi Arryani meng ung kapkan, DINFRA Toll Road Mandiri- 001 merupakan produk pen - danaan yang diterbitkan untuk menjagakondisi keuangan per - usahaan agar tetap solid. Ini se - kaligus sebagai alternatif pen - danaan baru di luar pendanaan yang tersedia saat ini untuk bisa memperluas basis inves - tor yang berpartisipasi dalam pem biayaan infrastruktur.

“Kami juga ingin memperkuat struk tur permodalan di te - ngah masif nya pembangunan jalan tol yang sedang dilaku - kan,” ujarnya. Dalam skema produknya, investor menempatkan dana pada KIK DINFRA yang dike - lola Manajer Investasi dalam bentuk Unit Penyertaan KIK DINFRA. Dana itu akan diguna kan Manajer Investasi untuk berinvestasi pada aset infrastruktur dengan membeli saham PT Jasamarga Pandaan Tol selaku pemilik konsesi ruas Jalan Tol Gempol-Pandaan sebagai salah satu anak usaha Jasa Marga.

Saham dibeli, baik melalui pengambilan bagian atas penerbitan saham baru maupun dengan pembelian kepemilikan dari Jasa Marga pada PT Jasamarga Pandaan Tol. DINFRA Toll Road Mandiri- 001 merupakan produk KIK DINFRA yang pertama kali dicatat dan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia ditawar - kan melalui penawaran umum sehingga bisa menjangkau in - vestor institusi maupun retail. Mandiri Investasi bertindak sebagai Manajer Investasi di - du kung PT Mandiri Sekuritas sebagai arranger dan PT Bank May b ank Indonesia Tbk se - bagai Bank Kustodian.

Keunggulan KIK DINFRA dibanding produk investasi lainnya, antara lain KIK DINFRA memberikan solusi alternatif bagi investor untuk berinvestasi pada aset infrastruktur secara langsung atau tidak langsung melalui kepe - milikan saham pada perusahaan pemilik infrastruktur. Tidak hanya itu, produk ini juga memberikan manfaat tam bahan dalam diversifikasi por to folio pada aset infra - struk tur yang belum atau sedang dalam proses pem ba - ngun an (green field) maupun telah meng hasilkan pendapatan (brown-field) melalui sarana alternatif investasi yang ber - potensi me ngurangi volatili - tas portofolio.

Hafid fuad