Edisi 16-04-2019
OOG Gandeng Mitra Lokal Bangun Fasilitas Proyek Kilang Bontang


JAKARTA –Perusahaan migas asal Oman, Overseas Oil and Gas LLC Oman (OOG), menggandeng dua mitra lokal untuk menggarap fasilitas penunjang proyek kilang minyak di Bontang, Kalimantan Timur.

“Sudah ada kesepahaman de ngan dua mitra lokal untuk membantu dalam membangun fasilitas pendukung untuk ki - lang minyak di Bontang,” kata Chairman OOG Khalfan Al Riya mi di Jakarta, kemarin. Proyek pembangunan fasili - tas penunjang ini, menurutnya, akan banyak menyerap tenaga kerja lokal. Dia mengatakan, OOG juga berkomitmen meng - uta makan tingkat komponen da lam negeri (TKDN) dan sum - ber daya manusia (SDM) lokal sesuai kebijakan pemerintah. “Kami sangat memper hati - kan national value dan be ren - cana melakukan subkontrak de - ngan perusahaan lokal. Kami juga berencana merekrut tena - ga kerja Indonesia karena jum - lah pekerjanya yang besar dan kami optimistis dengan kapa bi - litasnya,” kata Khalfan.

Kilang minyak Bontang ada - lah proyek pembangunan ki - lang minyak baru (Grass Root Re finery) dengan kapasitas pro duksi 300.000 barel per hari (bph). Rencananya, kilang ini juga akan menggunakan konfi - gu rasi yang menghasilkan pro - duk petrokimia lainnya. Dalam proyek kilang baru ter - sebut, OOG berkomitmen meng - gelontorkan investasi se besar USD15 miliar atau sekitar Rp210 triliun sesuai dengan Framework Agreement dengan PT Pertamina (Persero) yang te lah ditanda - tangani Desem ber 2018 lalu, tan - pa meng gu na kan APBN. Kilang ini rencananya didiri - kan di atas lahan seluas 700- 1.000 hektare yang terdiri atas kilang minyak dengan kapasitas 300.000 bph serta pabrik petro - ki mia dengan kapasitas 450.000 ton/tahun.

Al Riyami mengatakan, pembahasan mengenai proyek ini masih terus didiskusikan de - ngan Pertamina. Dalam hal tar - get, imbuh dia, OOG tidak me - ngejar percepatan (fast-track - ing) karena proyek ini bersifat berjangka panjang. “Kami masih membutuhkan bankable and feasibility study dan feed engineering. Bankable dan feasibility study mem bu tuh kan waktu lima-enam bulan. Se men - tara feed engineering mem bu - tuhkan banyak biaya dan wak tu, kira-kira selama dua ta hun. Jadi, one at a time,” ujar Khalfan. Mengenai estimasi penye le - saian proyek, Khalfan menga ta - kan kira-kira akan selesai di ta - hun 2026 atau paling cepat di ta - hun 2025 jika semuanya ber ja - lan lancar.

Dia meyakini pengem balian investasi dari proyek ini tidak akan sulit meski juga tidak bisa cepat.

Michelle natalia