Edisi 16-04-2019
Jangan Ulangi Kesalahan


TURIN– Massimiliano Allegri tidak ingin Juven - tus melakukan banyak kesalahan saat menjamu Ajax Amsterdam pada legkedua babak perempat final Liga Champions.

Pasalnya, dia enggan melihat para pendukung setia kembali kecewa. Suporter Juventus belakangan ini sedang dilanda rasa cemas. Pemicunya karena menurunnya performa La Vecchia Signora. Terbukti, Paulo Dybala dkk gagal memenangkan dua laga terbaru di semua kompetisi. Juventus sempat ditahan Ajax 1-1 saat berkunjung ke Johan Cryuff Arena, Kamis (11/4). Hasil itu memang memberi keuntungan gol tandang bagi Si Nyonya Tua. Tapi, hasil ketika meladeni SPAL di Stadio Paolo Mazza pada lanjutan Seri A, Sabtu (13/4), mengubah segalanya. Laga tandang itu seharusnya menjadi pesta perayaan Juventus merajai Italia musim ini. Tapi, mereka malah tumbang 1-2.

Parahnya lagi, pada hari berikutnya Napoli bisa menaklukkan Chievo 3-1 di Stadio Marc’Antonio Bentegodi. Ini membuat Juventus harus menunggu lagi agar bisa mengamankan scudetto. Ini yang diharapkan Allegri menjadi pelajaran. Dia tidak ingin para pemain meremehkan Ajax saat berkunjung ke Allianz Stadium, dini hari nanti. Meski punya keuntungan gol tandang, bukan berarti tiket ke semifinal sudah dipegang. “Kami ingin memenangkan laga itu (kontra SPAL). Performa para pemain cukup bagus dan talenta muda juga bisa bersaing secara meyakinkan. Tapi, kami melakukan kesalahan yang berujung gol kedua lawan. Kami harus membayar mahal karena kurang pengalaman,” ucap Allegri, dilansir laman resmi klub.

Walau Ajax belum pernah menang ketika bertandang ke markas Juventus, Allegri menilai itu tidak bisa dijadikan keuntungan. Karena, wakil Belanda itu tidak perlu meraih hasil positif untuk lolos ke semifinal, cukup bermain imbang 2-2. Selain itu, Juventus juga tidak pernah mendapat kemudahan saat menjamu Ajax. Terbukti, saat penyisihan grup edisi 2004/2005, mereka hanya menang 1-0. Kemudian, waktu fase 32 besar Liga Europa 2009/2010, laga berkesudahan tanpa gol. Tapi, yang paling perlu diperhatikan adalah catatan negatif ketika menggelar laga kandang di babak gugur Liga Champions.

Selama lima musim terakhir, Juventus kerap mengalami kesulitan ketika menjadi tuan rumah. Juventus pernah ditahan Tottenham Hotspur 2-2 pada legpertama babak 16 besar Liga Champions musim lalu. Kemudian dikalahkan Real Madrid 0-3 saat pertemuan pertama fase perempat final di periode yang sama. Saat laga pertama babak 16 besar edisi 2015/2016 kontra Bayern Muenchen, Juventus juga hanya berbagi hasil 2-2 di Turin. Mereka pun pernah beberapa kali hanya meraih kemenangan dengan selisih satu gol. Pertemuan Ajax dengan Real Madrid di fase 16 besar musim ini juga harus dijadikan masukan. Saat tampil di depan publik setia, De Godenzonen memang dihajar Los Blancos1- 2. Tapi, itu bisa dibalas dengan memetik kemenangan 4-1 waktu berkunjung ke Santiago Bernabeu.

Semua itu menunjukkan bahwa Juventus tidak boleh hanya mengandalkan tuah kandang. Apalagi, dengan performa Ajax belakangan ini. Terbukti, tim tamu belum terkalahkan selama lima pertandingan beruntun di semua kompetisi, yakni empat menang dan satu imbang.

M mirza






Berita Lainnya...