Edisi 16-04-2019
Memahami Wanita


PERBEDAAN pola pikir antara pria yang lebih mengedepankan rasionalitas dan wanita yang cenderung menggunakan emosional sering kali berujung pada kesalahpahaman. Bagaimana menyikapinya?

Perempuan dipandang sebagai makhluk yang sulit dimengerti, benarkah? Menjawab hal ini, Naomi Ernawati Lestari MPsi, psikolog dari Klinik LightHOUSE Indonesia, menjelaskan, anggapan bahwa perempuan adalah makhluk yang rumit dan sulit dimengerti mungkin karena dilihat dari sisi laki-laki. Dia merujuk pada penelitian yang dilakukan Paul Costa, Robert McCrae, dan Antonio Terracciano yang melibatkan 23.000 laki-laki dan perempuan dari 26 budaya, termasuk di Hong Kong, Amerika, India, dan Rusia. Perempuan menyebut diri mereka sebagai orang yang lebih hangat, ramah, tetapi lebih cemas dan sensitif terhadap perasaan mereka daripada laki-laki. “Sementara laki-laki menyebutkan bahwa mereka lebih asertif dan terbuka pada ide baru,” urainya.

Penelitian lain yang dilakukan McCrae dan teman-temannya menemukan hasil yang mirip dari 12.000 orang dari 55 budaya yang berbeda. Kalau sebelumnya mereka diminta untuk me-rating diri mereka sendiri, kali ini mereka diminta me-rating laki-laki atau perempuan yang mereka tahu dengan jelas. “Hasilnya tidak jauh berbeda dengan yang di atas,” kata Naomi. Penulis buku Perempuan-Perempuan Perawat Kenangan , Tiara Sari, menilai, jika selama ini hanya mengenal perempuan dari nama, wajah, suara, atau kebiasaan-kebiasaannya, artinya Anda belum mengenal perempuan sepenuhnya. Perbedaan emosi, cara pandang, hingga penyelesaian masalah perempuan dan laki-laki acap kali menyebabkan laki-laki memandang perempuan lebih rumit karena mereka lebih banyak menggunakan sisi emosional dibandingkan sisi rasional.

Menurut Naomi, laki-laki lebih melihat sisi rasional sehingga emosional dikesampingkan. Hal inilah yang membuat perempuan mempunyai lebih banyak pertimbangan sehingga laki-laki merasa perempuan lebih rumit. “Anggapan tersebut mungkin muncul karena sering kali pria sulit mengerti apa yang sebenarnya diinginkan perempuan. Banyak akhirnya masalah dan kesalahpahaman timbul di antara laki-laki dan perempuan karena perbedaan cara berkomunikasi ini,” katanya. Laki-laki berkomunikasi dengan cara yang spesifik. Mereka melihat sesuatu lebih harfiah daripada perempuan karena mereka berkomunikasi dari kepalanya; menggunakan pikiran dan logika.

Perempuan bisa berkomunikasi seperti ini juga, tetapi mereka mengembangkan cara berkomunikasi lainnya yang menggunakan emosi dan perasaan untuk mengekspresikan pengalaman mereka. Jadilah dengan cara berkomunikasi yang berbeda, sering terjadi kesalahpahaman dan akhirnya perempuan dianggap rumit. “Sebab, mereka sering kali tidak mengomunikasikan apa yang sebenarnya ingin mereka katakan dan berharap pria langsung menangkap apa yang mereka maksud,” tutur Naomi. Tiara dalam bukunya secara khusus mengangkat masalah sosial perempuan.

Senada dengan penjelasan di atas, Tiara menyebut bahwa buku kumpulan cerita pendeknya juga mengungkap sisi emosional yang dimiliki perempuan, khususnya bagaimana memperlakukan kenangan, tapi urung ditunjukkan karena perempuan pandai menjaga perilakunya. “Sebenarnya ide buku ini berasal dari keresahan saya sebagai perempuan. Akhirnya saya salurkan menjadi cerita pendek. Begitu banyak realita yang dihadapi perempuan, tapi jarang yang bisa melihat dari sudut pandangnya. Ya, cerpen-cerpen ini bermula dari sana,” papar Tiara.

Menanggapi hal itu, Naomi berkata, yang perlu diluruskan agar anggapan bahwa perempuan itu rumit yaitu ingatlah pada dasarnya struktur otak dan cara berkomunikasi perempuan berbeda dengan laki-laki. Agar komunikasinya bisa efektif dan dapat menyampaikan maksud yang diinginkan dengan jelas, perlu komunikasi yang efektif. Sementara itu, psikolog Dr Nikki Martinez PsyD LCPC menyatakan, wanita cenderung lebih emosional dan memiliki tujuan berbeda ketika berkomunikasi. Ambil contoh ketika kita menceri - takan kegiatan pada satu hari kepada pasangan.

Sebetulnya maksud wanita hanyalah semata untuk didengarkan. Sebab, wanita adalah tipikal orang yang ingin didengar, didukung, serta dipahami. “Lewat mengeluarkan isi hatinya, wanita juga akan merasa lebih baik,” ujar Nikki, dikutip HuffPost.

Sri noviarni