Edisi 16-04-2019
Solusi untuk Optimalisasi Fuel Management


TELKOMSEL terus mengembangkan ekosistem internet of things (IoT) di Indonesia. Kali ini, perusahaan pelat merah itu bekerja sama dengan Pertamina Patra Niaga dan Mitratel untuk mengimplementasikan layanan inovatif untuk fuel management , yaitu IoT Intelligent Tank Monitoring System (INTANK), yang ditandai dengan penandatanganan memorandum of understanding (MoU) pada 22 Maret 2019.

Bahan bakar (fuel ) telah menjadi komoditas utama yang sangat menentukan proses bisnis berbagai perusahaan. Pengelolaan bahan baku bernilai tinggi ini tidak jarang menimbulkan berbagai masalah yang memakan biaya operasi tinggi, seperti keterbatasan akses pada situs tangki bahan bakar, pengukuran manual, akurasi rendah, inefisiensi rantai pasokan, biaya pemeliharaan yang tinggi, hingga kehilangan inventori. Telkomsel menghadirkan INTANK untuk mengatasi berbagai permasalahan fuel management tersebut. Solusi IoT industri end-to-end berfungsi untuk memonitor tangki dari jarak jauh (remote tank monitoring) yang memungkinkan pemantauan inventaris dan konsumsi bahan bakar secara intensif kapan pun dan dari mana pun. “Tren IoT sekarang tengah berkembang secara global. Karena itu, Telkomsel secara konsisten meningkatkan kesiapan teknologi dan jaringan sebagai bagian dari upaya mengakselerasi terbentuknya ekosistem IoT di Indonesia,” ujar Dharma Simorangkir, SVP Enterprise Account Management Telkomsel.

Upaya ini merupakan salah satu bentuk dukungan Telkomsel bagi roadmap Pemerintah Indonesia, yaitu Making Indonesia 4.0 dalam rangka memasuki era Industry 4.0, di mana aspek penguasaan teknologi, terutama teknologi informasi dan komunikasi, menjadi kunci penentu daya saing Indonesia. Solusi INTANK akan membantu Pertamina Patra Niaga dan Mitratel dalam berbagai use case berbeda. Pertamina Patra Niaga (PPN) adalah anak perusahaan Pertamina yang menjalankan dan mengembangkan kegiatan usaha di sektor hilir industri minyak dan gas bumi (migas) Indonesia.

Perusahaan tersebut mengimplementasikan INTANK untuk memonitor persediaan bahan bakar pada tangki penyimpanan terminal (terminal storage ), sensor meter pada jalur distribusi, serta CCTV pada titik transfer kustodi. PPN sendiri telah mengembangkan solusi digital bernama Pertamina Smart MT (mobil tangki). Implementasi layanan IOT INTANK & Fleetsight dari Telkomsel telah menjadi lokomotif inovasi bagi Pertamina Smart MT, menjadikannya lebih optimal dalam menjaga persediaan dan melakukan distribusi bahan bakar minyak bagi konsumennya. Sedangkan, Mitratel merupakan anak perusahaan Telkom yang bergerak dalam bisnis penyediaan menara pemancar telekomunikasi dan infrastruktur terkait.

Mitratel memanfaatkan sensor INTANK untuk memonitor konsumsi dan persediaan bahan bakar pada site infrastruktur telekomunikasi yang menggunakan genset sebagai cadangan energi. Hal ini penting untuk menjaga agar infrastruktur telekomunikasi pelanggan Mitratel dapat beroperasi optimal tanpa terhambat pasokan energi. Implementasi INTANK oleh Mitratel juga menandai proses digitalisasi operasional bisnis Mitratel. Layanan INTANK telah memasuki tahap uji implementasi di perusahaan lain yang berasal dari berbagai industri berbeda, yaitu Semen Merah Putih (industri semen), Pamapersada Nusantara (industri kontraktor pertambangan), dan Kapuas Prima Coal Tbk (industri pertambangan).

Danang arradian