Edisi 16-04-2019
Bahan Alami Jeju untuk Kecantikan


PERUSAHAANkosmetik asal Korea Selatan (Korsel), Amorepacific, mengambil bahan baku dari pulau yang memiliki luas 1.848 km2, yaitu Pulau Jeju. Bahan baku kos - metik yang digunakan yakni teh hijau dan bunga camellia.

Diketahui, Amorepacific berkomitmen men ciptakan produk kecan tik an dari bahan alami. KORAN SINDO berke - sempatan mengun jungi salah satu kebun teh yang dikelola Amorepacific. Kebun teh ini terletak di Seogwang Jeju. “Ini merupakan salah satu dari tiga kebun teh yang dikelola Amorepacific,” kata peneliti Institute O’sulloc, Gu Hyun Joong. Kebun teh terbesar ketiga di dunia ini tidak menggunakan bahan kimia apa pun. Maka itu, teh yang dihasilkan dari kebun tersebut dipastikan aman un - tuk bahan dasar produk kos me - tik. Dia mengatakan, hasil panen kebun seluruhnya digunakan untuk semua produk Amorepacific, mulai bahan dasar kosmetik sampai minuman teh hijau.

“Karena alami dan sangat aman, selain untuk kosmetik, juga digunakan untuk minuman. Bahan ini bagus untuk ku - lit,” katanya. Selain berkunjung ke kebun teh, KORAN SINDO juga berkesempatan melihat Desa Camellia. Desa ini merupakan salah satu pemasok bunga camellia untuk dijadikan bahan baku produk Amorepacific. “Kami menyerahkan semua ke Amorepacific supaya dapat membuat produk seindah Camellia. Tidak hanya bunga, daun dan biji juga kami serah - kan untuk bahan baku,” kata Dong Jung Oh dari Institute Pelestarian Desa Camellia. Kerja sama antara Amorepacific dan Desa Camellia mulai terjalin sejak 2009. Dia me ngata kan, dalam waktu satu tahun, Desa Camellia menjual setidaknya 1 ton bunga dan daun.

Se mentara untuk biji bisa men ca pai 300.000 ton per tahun. Se be - lum bekerja sama dengan Amo - repacific, warga Desa Ca me llia memanfaatkan pohon camellia hanya untuk mem pro duksi minyak camellia. Selain menikmati perkebunan teh di Seogwang, kita dapat mempelajari kebudayaan minum teh di Museum O’sulloc. Museum ini didirikan pada September 2001 oleh Amorepacific. Ini merupakan museum pertama yang fokus pada kebudayaan minum teh. Museum O’sulloc ini terpilih sebagai salah satu museum desain terbaik.

Dita angga