Edisi 16-04-2019
Cegah Stunting sejak dalam Kandungan


TIDAK hanya tinggi badan yang lebih pendek, penderita stunting juga akan menunjukkan beberapa tanda lain, seperti kesulitan dalam belajar, kemampuan kognitif lemah, mudah lelah, tidak seaktif anak-anak seusianya, rentan terhad ap penyakit infeksi, dan lainnya.

Jika tidak se gera ditangani, kondisi ini akan memengaruhi pertumbuhannya hingga dewasa nanti. Stunting merupakan kondisi ketika anak kekurangan nutrisi yang seimbang sehing ga tumbuh kembangnya mengalami gangguan. Perlu diketahui bahwa penderita bisa saja bertubuh kurus maupun gemuk. Risiko paling tinggi ter jadi pada anak-anak usia 0-2 tahun. Dikatakan Rachel Olsen selaku Nutrition Expert Youvit Multivitamin Gummy, sebenarnya pencegahan stunting itu har us dimulai dari kesadaran ibu terlebih d ahulu. “A supan nutrisi sehat dan olahraga teratur bisa menj adi langkah awal yang baik untuk meny iapkan diri sebelum kehamilan,” ujarnya di selasela acara Youvit Media & Community Fit Kids di Rockstar Gym Kota Kasablanka, Jakarta.

Salah satunya dengan mengonsumsi makanan mengan dung vitamin B9 dan asam folat yang baik saat mempersiapkan kehamilan serta masa kehamilan tahap awal (trimester pertama). Vitamin B9 dan asam folat bisa ditemukan dalam sayuran hijau, seperti bayam, brokoli, sawi dan selada, serta biji-bi jian dan kacangkacangan. Hal ini sangat penting untuk diingat oleh setiap calon ibu karena ketika anak mengalami stunting , kondisinya tidak bisa dikembalikan seperti anak normal lainnya. Untuk anak yang mengalami stunting, meski tidak bisa di kem ba likan lagi ke kondisi semula, orang tua tetap harus membe r i kan asupan sehat bag i anak agar tidak memperburuk per tum - buhan nya.

“ Tentu kita tid ak meng harapkan anak kita terkena stunting. Oleh karena itu, sebaik nya setiap calon ibu dapat melakukan pencegahan dengan selalu makan bergizi tingg i setiap hari baik selama dan sesudah masa ke ha milan. Nutrisi ini nanti mem bantu organ dalam bayi untuk tumbuh normal,” u jar R achel. Ia mengatakan, selama hamil apapun yang ibu makan diserap oleh bayi di dalam kandungannya. Kalau ibunya tidak makan makanan bergizi, maka bayi di dalam kandungannya juga tidak menyerap apa-apa, ini akan membuat anak mengalami stunting setelah dilahirkan. Asupan anak selama masa MPASI juga perlu diperhatikan. Pilih bahan makanan alami, seper ti sayur dan buah. Ini juga bagus untuk membiasakan mereka makan yang sehat ke depannya.

“Kalau anak sudah bisa makan lebih bera gam, orang tua sebaiknya juga memberikan tambahan multivitamin agar memaksimalkan nutrisi anak,” kata Rachel.

Sri noviarni