Edisi 04-05-2019
Pemerintah Diimbau Miliki Big Data Analiytic


JAKARTA - Dalam memenuhi aspirasi dan realisasi industri 4.0, pemerintah Indonesia diimbau menggunakan big data analytic yang merupakan bagian dari kecerdasan buatan (artificial intelligence/ AI).

Sebab, kedua teknologi itu dapat memberikan kemampuan untuk menghemat anggaran dan menyederhanakan beragam platform menjadi program yang bisa digunakan untuk berbagai kementerian dan lembaga pemerintahan.

Founder and Group Managing Director of Genaxis Sdn Bhd, Nuraslina Zainal Abidin mengatakan, big data analytics membantu pemerintah dalam memanfaatkan data-data yang dimiliki dan menggunakannya untuk mengidentifikasikan peluang-peluang baru yang membantu dalam menyediakan informasi yang berkualitas untuk mempercepat pembuat kebijakan.

Selain itu, juga membantu membuat langkah-langkah komersial/ bisnis yang tepat, peningkatan efisiensi kegiatan operasional, penghematan biaya untuk pemenuhan kepatuhan terhadap peraturan pemerintah, peningkatan distribusi layanan, dan peningkatan pendapatan negara.

”Pemerintah juga dapat menggunakan AI dan big data analytics untuk mendeteksi penipuan dan pembayaran yang tidak sepatutnya di antara kementerian, lembaga dan pemerintah daerah,” kata Nuraslina di Jakarta kemarin.

Terkait dengan sektor pajak, sambung dia, Machine Learning (ML) memiliki daya guna yang tinggi untuk industri keuangan, teknologi ini dapat diimplementasikan dan merupakan suatu pendekatan terbaik bagi sektor perpajakan dan juga kepabeanan.

m faizal