Edisi 14-05-2019
Kiat Berpuasa Pasien Diabetes Tipe 2


BERPUASA adalah kegiatan yang menantang bagi penderita diabetes tipe 2 karena mereka harus mengubah pola makan dengan tetap mengontrol kadar gula darah serta menggunakan insulin secara tepat.

Banyak tantangan dan risiko yang dihadapi penderita diabetes tipe 2 da lam berpuasa, seperti memburuknya kendali gula darah, hipo glikemia, dan risiko dehidrasi. Saat menahan lapar dan haus dalam berpuasa, penderita diabetes tipe 2 memiliki risiko terjadinya hipoglikemia. Ketika berbuka puasa pun berisiko meningkatnya kadar gula darah. Puasa Ramadan dapat berpengaruh terhadap penurunan berat badan dan perubahan komposisi tubuh, seperti bertambahnya jaringan lemak serta bertambah dan berkurangnya jumlah massa otot yang memengaruhi penurunan jumlah dan sensitivitas insulin.


Prof Dr dr Sidartawan Soegondo SpPD KEMD FINA mengatakan, tipe 2 boleh saja berpuasa. Namun, mereka juga harus paham mengenai tantangan dan risiko yang dihadapi selama menjalankan - nya. Pasien diabetes tipe 2 diminta untuk tidak terlalu mengubah drastis pola makan. Disarankan mendapatkan asupan karbohidrat kompleks saat sahur dan karbohidrat sederhana saat berbuka. Selain itu, mereka wajib menghindari makanan siap saji, gorengan, makanan dan minuman bergula, serta selalu patuh pada kalori yang boleh dikonsumsi. “Pasien juga dianjurkan berkonsultasi dengan dokter agar mengetahui solusi terbaik dari segi pola makan dan peng obat - an selama berpuasa,” bebernya.

Agar penderita diabetes tipe 2 dapat tetap sehat dalam men jalankan puasa, mereka harus mematuhi tata laksana diabetes yang terangkum dalam empat pilar pengendalian diabetes. Keempat pilar tersebut adalah edukasi, pemahaman yang menyeluruh mengenai penyakit diabetes; pengaturan makan dengan jumlah yang sudah ditentukan serta menghindari makan berlebihan dan berlemak tinggi; melakukan kegiatan jasmani secara rutin yang dapat dilakukan sehari-hari, misalnya berjalan kaki, menggunakan tangga, bersepeda, dan berenang. Lalu, terapi farmakologi yang terdiri dari obat oral dan suntikan. Tujuan tata laksana pasien diabetes ini adalah membantu menurunkan kadar glukosa darah menjadi normal atau mendekati normal sehingga mencegah terjadinya komplikasi pada pasien.

Edukasi mengenai tata cara berpuasa untuk pasien diabetes tipe 2 sangat penting, khususnya untuk mereka yang hidup di perkotaan, terutama dengan adanya penelitian Riskesdas 2018 yang menunjukkan bahwa DKI Jakarta kini menempati peringkat pertama sebagai kota dengan prevalensi diabetes melitus tertinggi di Indonesia.

Sri noviarni