Edisi 14-05-2019
Memotret “Street Art” dengan A10


LEWAT keluarga Galaxy A, Samsung berupaya menjangkau kembali konsumen yang sebelumnya paling menantang: segmen menengah ke bawah. Sebab di segmen ini mereka harus bersaing dengan vendorTiongkok yang menawarkan spesifikasi tinggi.

Galaxy A10 adalah model paling bawah di keluarga Galaxy A. Model entry level ini dibungkus dengan harga sangat terjangkau, yakni Rp1,7 jutaan. Dari sisi desain, tampilannya sudah baik dibandingkan pesaingnya. Terutama lewat desain punggung berkilau yang disebut “Glasstic”. Ini karena materialnya memakai bahan plastik polikarbonat dan reinforced glass yang dipadukan dengan desain unibody . Dampaknya adalah bodi belakang yang mengkilap bak kaca. Galaxy A10 yang kami gunakan adalah warna hitam. Menggenggamnya cukup asyik. Karena sudah mengusung konsep desain “Infinity-V”, yakni berbentang 6,2 inci, beresolusi 720 x 1.520 piksel, dan rasio aspek 19:9 dengan poni mungil itu. Bingkainya cukup tipis dengan rasio screen-to-body mencapai 81,6%.

Samsung menargetkan ponsel ini untuk generasi live, yakni mereka yang selalu membuat konten lewat ponselnya seketika dan menggunggahnya langsung ke sosial media. Tapi, rasanya ponsel ini memang sangat relevan. Namun, dalam pengujian kali ini kami menggunakan ponsel tersebut untuk memotret Street Art. Dalam kondisi low light, bisakah ponsel entry level itu menghasilkan gambar yang bagus? Jawabnya sangat bisa. Galaxy A10 hanya dibekali dengan satu kamera belakang yang memiliki resolusi 13 megapiksel dengan lensa berbukaan f/1.9 (lensa wide). Hal yang perlu dilakukan adalah mencoba mode Pro yang ada di A10.

Memang perlu penyesuaian, tapi setelah berulang kali bereksperimen dengan bukaan dan shutter , akhirnya kami bisa mengoptimalkan semua potensi di kamera A10. Hasilnya sangat baik. A10 mampu menangkap cahaya dengan bukaan yang di-push maksimal. Fokusnya juga tetap terjaga. Ponsel tersebut diotaki chip octa-core Exynos 7884, RAM 32 GB yang dapat diperluas hingga 512 GB dengan microSD, baterai 3.400 mAh, dan dijalankan dengan sistem operasi Android 9 Pie. Saat pengambilan gambar, ada beberapa fitur sangat berguna. Misalnya fitur Face Unlock untuk memuka ponsel, baterai 3.400 mAh yang tahan lama.

Sayangnya, ponsel tersebut masih menggunakan microUSB 2.0 sehingga belum mendukung pengisian daya cepat.

Danang arradian