Edisi 14-05-2019
Nutrisi Penting untuk Otak


OTAK merupakan bagian yang sangat penting bagi kehidupan kita. Bagian yang terkecil dari otak disebut neuron (sel saraf), yang terdiri atas badan sel dan kabel-kabel yang disebut axon-neuron dan dendrit. Semua gerakan tubuh kita dikontrol otak.

“Kita mau makan, tidur, berpikir, berperasaan, sampai berpikir inovatif dan menemukan segala sesuatu senantiasa dimulai dari otak,” beber Prof dr Taruna Ikrar MPharm MD PhD, Board of Honor of Neuronesia Community. Guna mengoptimalkan fungsi otak, ada beberapa nutrisi yang bisa dikonsumsi menurut dr Amir Zuhdi, salah satunya ikan. Ikan merupakan sumber utama asam lemak omega-3 dan DHA, di mana kedua zat ini berkontribusi dalam menyehatkan otak. DHA dapat membantu mengatasi peradangan kronis yang bisa membahayakan sel otak dan menyebabkan penurunan kognitif. “Selain ikan, kacangkacangan dan buah-buahan juga bagus untuk nutrisi otak,” kata dr Amir dalam Seminar Optimize Your Brain to Get High Performance dalam rangka HUT ke-4 Komunitas Neuronesia.

Buah-buahan dan sayuran berwarna cerah kaya kandungan karotenoid dan antosianin, antioksidan yang mampu melindungi sel otak dari kerusakan. Antioksidan berfungsi melindungi sel otak dari kerusakan akibat radikal bebas. “Kopi juga bagus (untuk nutrisi otak), kafeinnya bisa buat stimulan otak, asal jangan berlebihan, kira-kira 500 cc per hari,” kata dr Amir. Terkait penyakit stroke yang kerap menyerang usia muda, dr Amir menilai, hal ini disebabkan pola makan tidak sehat yang diadopsi masyarakat. “Tapi yang paling memengaruhi adalah stres, apalagi hidup di perkotaan rentan terkena stres. Nah , kondisi ini terakumulasi hingga akhirnya berimbas pada stroke,” ujarnya.

Ketika stres, ada perubahan hormon di mana level kortisol dan adrenalin naik sehingga imunitas rendah, yang akhirnya tubuh mudah terserang penyakit. Kadar hormon kortisol yang naik menyebabkan terjadinya fluktuasi adrenalin. Adrenalin yang naik turun mengakibatkan aliran darah tidak dalam ritme stabil. “Sehingga pada pembuluh darah, endotelnya (sel-sel epitel yang melapisi bagian dalam pembuluh darah dan ruang jantung) jadi lecet. Ini berlangsung dalam periode lama tapi tidak terasa, bisa tahunan,” paparnya. Bila ada sel yang rusak, tubuh akan memperbaiki dengan menumbuhkan jaringan baru.

Masalahnya, jaringan baru ini bisa tumbuh dengan kondisi tidak mulus. Jika dalam sel darah mengandung banyak kolesterol atau lemak, akhirnya menyebabkan penyumbatan pada pembuluh darah di otak yang berujung pada stroke. Kehadiran stres akan berkontribusi pada peluang penyumbatan yang terjadi lebih awal. Stres yang tidak dikelola dengan baik akan mempercepat penyumbatan tadi. Komunitas Neuronesia lahir pada 29 Maret 2015. Melalui ilmu neurosains, komunitas ini diharapkan dapat mewujudkan visimisinya, yaitu mewujudkan Indonesia cerdas berahlak mulia.

Neurosains adalah ilmu yang khusus mempelajari otak dan dinamikanya. Komunitas Neurosains saat ini telah memiliki 1.000 anggota. Setiap beberapa bulan sekali komunitas ini mengadakan seminar untuk berdiskusi dan berbagi informasi mengenai perkembangan perilaku gaya hidup saat ini yang dikaitkan dengan pola pikir otak. Komunitas ini terbuka untuk setiap orang yang ingin mengetahui ilmu neurosains dan bagaimana mengoptimalkan sistem pola pikir yang ada dalam otak.

Sri noviarni