Edisi 14-05-2019
Dampak WeWork Terhadap Ekonomi Lokal


WEWORK Indonesia baru di Jakarta pada September 2018 di WeWork Sinarmas MSIG Tower. Sejak tujuh bulan beroperasi, WeWork mengklaim telah memberikan dampak signifikan terhadap masyarakat lokal.

Di Jakarta, 72% anggota WeWork menyatakan, WeWork membantu bisnis perusahaan mereka dalam mempercepat dan menyelaraskan diri dengan roadmap Indonesia 4.0. Lebih dari setengah (57%) anggota WeWork berada di bidang industri ekonomi inovasi. Didukung oleh kehadiran Mass Rapid Transport (MRT) baru di sekitar lokasi, 56% anggota WeWork menggunakan berbagai moda transportasi umum yang sustainable , sedangkan 21% dari mereka biasa menggunakan kendaraan pribadi juga telah beralih ke moda transportasi tersebut. Angka-angka itu didapat dari hasil riset khusus Indonesia dari 2019 Global Impact Report yang menilai dampak ekonomi WeWork untuk masyarakat dan bisnis, lingkungan sekitar, serta perkotaan di 75 kota di seluruh dunia.

WeWork bermitra dengan HR&A Advisors, Inc., sebuah perusahaan konsultan pengembangan real estate dan ekonomi terkemuka di industri, untuk mengembangkan analisis dampak ekonomi dan fiskal dari ekonomi global WeWork. Didorong oleh urbanisasi dan perpindahan penduduk ke kota-kota di Indonesia, data Pusat Statistik Indonesia berdasarkan sensus penduduk 2010 yang diperbarui pada 2014 memperkirakan 66,6% penduduknya akan tinggal di kotakota seperti Jakarta. Seiring dengan perpindahan ke daerah kota didorong oleh motivasi generasi muda yang memilih untuk tinggal dan bekerja di pusat kota daripada menetap di kota kecil.

WeWork sendiri berkomitmen membangun kehadirannya di Jakarta dan mengubah cara orang-orang bekerja, hidup, dan mencari penghiburan di kota tersebut. Secara global, ekonomi WeWork mendorong hadirnya 680.000 pekerjaan dan sekitar USD122,3 miliar total PDB. Di Jakarta, ekonomi WeWork secara total berkontribusi sekitar Rp1 triliun PDB. Sementara itu, 57% dari anggota WeWork seperti Bizzy, pelopor dalam B2B e-Marketplace dan platform e-Procurement di Indonesia, berada dalam Ekonomi Inovasi3.

“Indonesia menjadi salah satu pasar utama kami di Asia Tenggara, kami melihat potensi pertumbuhan luar biasa yang didukung oleh tenaga kerja milenial, ekosistem wirausahawan, dan peningkatan investasi oleh perusahaan multinasional,” ujar Turochas “T” Fuad, Managing Director, WeWork Asia Tenggara. Menurut Turochas, sejalan dengan tren di Indonesia yang beralih dari ekonomi manufaktur ke ekonomi kreatif, empat lokasi WeWork sekarang menjadi rumah bagi berbagai perusahaan hingga perorangan yang memanfaatkan jaringan global untuk mempercepat pertumbuhan bisnis.

“Kami berupaya memicu dampak ekonomi yang lebih luas kepada masyarakat dan bisnis, lingkungan sekitar, dan kota di area WeWork beroperasi,” ungkapnya.

Danang arradian