Edisi 15-05-2019
Indonesia Miliki Potensi Wakaf Sangat Besar


JAKARTA –Wakaf di Indonesia hingga kini belum semuanya bisa tergarap. Padahal dengan jumlah penduduk yang begitu besar, maka potensi wakaf sangat besar.

Ketua Badan Pelaksana Badan Wakaf Indonesia (BWI) Mohammad Nuh meng ung - kap kan, penduduk Indonesia yang banyak ini sebenarnya me - rupakan modal utama yang pa - ling besar dalam pengumpulan wakaf. Nuh mencontohkan wakaf yang pernah dilakukan oleh se - orang warga Aceh, Habib Bugak, pada 1800 di Arab Saudi. “Kini wa kaf tersebut menjadi Hotel Jiad Tower di Mekkah. Ke un - tungan dari pengelolaan hotel tersebut setiap tahun rutin di - berikan kepada setiap warga Aceh yang menunaikan ibadah haji di Tanah Suci,” paparnya saat Media Gathering dan Bin - cang Wakaf Produktif di Jakarta kemarin. Meski demikian, lanjut Nuh, berwakaf itu tidak harus se - orang muslim.

Semua orang bo - leh asalkan akadnya jelas, nadzir atau pengelolanya jelas, dan yang boleh menikmati semua orang, termasuk nonmuslim. Nuh menjelaskan, pengelola zakat (nadzir) itu harus entre - pre neur, pebisnis, dan pro fe s i o - nal supaya bisa mengelola wa - kaf. “Supaya harta wakaf tadi bi - sa beranak. Kalau bisa ber anak maka bisa dibagikan,” kata nya. Tugas BWI memperbanyak para wakif, memperkuat para nadzir sehingga nanti aka nada project-project yang didanai da - na wakaf yang manfaatnya lang sung bisa dirasakan secara so sial, ramai-ramai. Dia melanjutkan bahwa wa - kaf itu boleh berupa uang, ta - nah, intellectual property rights, buku, pulsa telepon, ber ma - cam-macam. Sifatnya pun ada yang temporer dan ada yang per manen.

Potensi wakaf, lanjut Nuh, sangat dahsyat. Tahun 2018, di - lihat dari jumlah meteran ta - nah, maka sudah mencapai 5 mi liar meter persegi lebih. Mulai yang ukuran meter sam - pai yang ribu an hektare. “Po ten - si yang su dah ada di tangan ini yang mau kita transfom menjadi pro duktif,” ungkap nya. Tahapan men-transform su - paya produktif tadi, yakni, per - tama dengan membereskan sta - tus tanah yang belum ber ser - tifikat. Kedua, masih banyak tanah wakaf yang dari segi lo - kasi per untukannya bukan un - tuk ko mersial, namun untuk so - sial. Kare na itu, sedang dia juk - an izin agar di samping un tuk sos ial, juga bisa untuk ko mersial,” jelasnya. Dengan pe ru ba han itu, lo kasi bisa diba ngun bangunan un tuk bisnis dan ha - silnya di pa kai untuk meng ge - rak kan ke giat an sosial nya. Tak kalah penting adalah wa - kaf uang atau cash. “Ini po ten sinya luar biasa. Tak dibatasi jum - lahnya dan waktunya bisa flek - si bel,” katanya.

Wakaf Temporer

Nuh juga memaparkan bah - wa berdasarkan kajian Dewan Pertimbangan Syariah (DPB) maka membolehkan wakaf tem porer. Misalnya seseorang wakaf Rp100 juta untuk waktu lima tahun, setelah itu kembali lagi. “Boleh, karena itu kita kerja sama dengan Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan meluncurkan cash wakaf linked sukuk (CWLS). Anda terima uang, belikan su kuk, enggak usah mikir. Sudah da pat 8-9%. Pemerintah juga senang karena ada cash yang di pakai untuk danai pem ba ngun an,” ujarnya. Hal ini sudah jalan dan se - dang terus dikembangkan. Apa - la gi era sekarang model wakaf ini sangat memungkinkan de - ngan digital banking.

“Selain itu, kesadaran masyarakat untuk beragama trennya naik. Kese - jah teraan masyarakat pun juga naik,” lanjutnya. Nuh melan jut - kan, bisa jadi ke depan proyek ja - lan tol dibiayai dari dana wakaf. Ketua Divisi Pengelolaan Wa kaf BWI Jurist E Robbyan to - no menambahkan bahwa poten si wakaf berupa uang di Indo nesia mencapai sekitar Rp77 triliun. “Tapi saat ini yang bisa terk umpul baru sekitar Rp185 miliar,” ujarnya.

Sunu hastoro/ abdul hakim






Berita Lainnya...