Edisi 15-05-2019
KPK Periksa Wabendum PPP


JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kemarin memanggil Wakil Bendahara Umum (wabendum) DPP PPP sekaligus pemilik PT Dewata Lestari Indotama Puji Suhartono untuk diperiksa sebagai saksi kasus dugaan suap pengurusan DAK Kota Tasikmalaya.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, pe nyi - dik mengagendakan pe merik - sa an dua saksi dalam kasus du - gaan suap pengurusan alokasi dana alokasi khusus (DAK) Kota Tasikmalaya Tahun Anggaran 2018 dari APBN. Selain Puji Su - hartono, penyidik juga me - manggil Kepala Subdirektorat III DAK Fisik pada Direktorat Perimbangan Keuangan Ditjen Perimbangan Keuangan Ke - menterian Keuangan (Kemen - keu) Yuddi Saptopranowo. Kedua saksi tersebut di pe - riksa untuk tersangka pemberi suap Wali Kota Tasikmalaya, Jawa Barat periode 2012-2017 dan 2017-2022 sekaligus Ketua DPC PPP Kota Tasikmalaya Budi Budiman.

Mantan pegawai fungsional pada Direktorat Gratifikasi KPK ini mengatakan, saat pe - me riksaan Puji, penyidik men - dalami dan mengonfirmasi kembali tentang pengetahuan dan perannya hingga sejumlah pertemuan yang dihadiri dan uang-uang yang diduga di - terima. Selain itu, penyidik juga mengklarifikasi ulang kepada Puji atas hasil penyitaan uang sejumlah Rp1,4 miliar dalam bentuk dolar Singapura dan dokumen-dokumen proposal dari penggeledahan di rumah Puji di Tangerang Selatan pada 26 Juli 2018. “Jadi, kami dalami dan klarifikasi lebih lanjut terkait itu. Sampai saat ini belum ada informasi yang bersangkutan (Puji) mengembalikan uang atau tidak ke KPK, sebelumnya kan ada penyitaan uang sebesar Rp1,4 miliar,” ungkapnya.

Puji Suhartono pernah bersak si dalam persidangan Yaya Pur nomo pada 3 Desember 2018. Menurut Puji, memang ada uang Rp165 juta yang diterimanya dari Yaya Purnomo saat pengurusan DAK Kota Tasikmalaya 2018. Puji menuturkan, dalam proses ter sebut memang ada pertemuan dengan Yaya dan Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman. Bahkan, Puji yang memperkenalkan Yaya ke Budi pada 2017 di sela rapat kerja nasional DPP PPP.

Sabir laluhu



Berita Lainnya...