Edisi 15-05-2019
Korban Tewas Banjir Bengkulu Bertambah Menjadi 25 orang


BENGKULU - Korban meninggal banjir bandang dan tanah longsor di Provinsi Bengkulu bertambah menjadi 25 orang. Jumlah tersebut didapat setelah ditemukan jasad bayi bernama Kanelo Alfareza, 1,5 bulan, yang merupakan korban tanah longsor.

Korban dinyatakan hilang sejak Sabtu (27/4). Sebelumnya, Jumat (26/4), banjir bandang dan tanah longsor menerjang wilayah Kabupaten Bengkulu Tengah. Korban dampak bencana alam itu merupakan anak dari pasangan suami-istri (pasutri) Aidil Aksa, 34, dan Mira Samita, 20, warga Desa Susup, Kecamatan Merigi Sakti, Bengkulu Tengah. Pasutri itu sebelumnya ditemukan me - ninggal dunia dalam bencana alam di Bengkulu Tengah. Jenazah bayi laki-laki itu ditemukan tidak bernyawa di Desa Talang Boseng, Kecamatan Pondok Kelapa, Bengkulu Tengah.

‘’Jasad bayi laki-laki atas nama Kanelo Alfareza, sebelumnya sempat masuk dalam daftar korban hilang. Jenazah ditemukan warga di dekat jembatan Desa Talang Boseng, Kecamatan Pondok Kelapa, Bengkulu Tengah,’’ ujar Koordinator Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) BPBD Provinsi Bengkulu Indi Sastrawijaya kemarin. Indi mengatakan, penemuan jenazah bayi korban banjir bandang dan tanah longsor di Bengkulu Tengah tersebut sudah dikoordinasikan dengan aparat kepolisian, Basarnas, dan BPBD Bengkulu Tengah. Dengan penemuan satu jenazah tersebut, korban meninggal dunia bertambah menjadi 25 orang.

Sementara korban hilang dari empat menjadi tiga orang. Korban yang dinyatakan hilang, satu orang dari Kabupaten Kaur, satu orang dari Kabupaten Kepahiang, dan satu orang warga Desa Rajak Besi, Bengkulu Tengah. Menurut Indi, jenazah Kanelo ditemukan penduduk setempat saat hendak mengecek kebun miliknya di dekat hulu jembatan Desa Talang Boseng, Pondok Kelapa. Ketika memeriksa kebun, warga tersebut mencium bau tidak sedap. Saat dicek, ditemukan jasad bayi. ‘’Jasad sempat dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Bengkulu untuk autopsi,’’ tutur Indi.

M yamin/okezone




Berita Lainnya...