Edisi 15-05-2019
Korut Desak AS Kembalikan Kapal Kargo


SEOUL - Korea Utara (Korut) mendesak Amerika Serikat (AS) mengembalikan kapal kargo Pyongyang yang disita. Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Korut menganggap penyitaan satu kapal kargonya oleh AS merupakan tindakan ilegal yang melanggar semangat konferensi tingkat tinggi (KTT) antara dua pemimpin negara.

Kemlu Korut menyatakan pihaknya menolak resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang menjadi alasan AS menyita kapal kargo Korut. Menurut Pyong - yang, penyitaan kapal itu melanggar kedaulatan Korut. ”AS melakukan tindakan melanggar hukum dan memalukan dengan menyita kapal kargo kami,” kata juru bicara Kemlu Korut dilansir kantor berita KCNA . Juru bicara itu menambahkan, ”Tindakan terbaru AS merupakan perpanjangan metode kalkulasi AS untuk membuat Korut berlutut dengan tekanan maksimal dan menyangkal semangat yang ditekankan pada Pernyataan Bersama AS-Korut pada 12 Juni.” ”Ini akan menjadi kalkulasi yang salah jika AS yakin dapat mengontrol Korut dengan kekuatan. Korut akan terus mengamati perilaku AS di masa depan,” ungkap juru bicara itu.

Departemen Kehakiman AS pekan lalu menyatakan kapal kargo Korut yang disebut Wise Honest disita dan dibawa ke American Samoa. Kapal itu dituduh mengirim batu bara ilegal yang melanggar sanksi dan pertama ditahan oleh Indonesia pada April 2018. Pemimpin Korut Kim Jongun dan Presiden AS Donald Trump menggelar KTT pada 12 Juni tahun lalu di Singapura dan berjanji membangun hubungan baru serta perdamaian di Semenanjung Korea. Mereka menggelar KTT kedua di Vietnam pada Februari namun gagal menghasilkan kesepakatan. Ketegangan meningkat sejak KTT yang gagal itu.

AS mengumumkan penyitaan kapal itu beberapa jam setelah Korut menembakkan dua rudal jarak pendek pada Kamis (9/5). Kim menyerukan postur tempur penuh setelah AS menyita kapal kargo Korut. Korut melakukan tes dua rudal jarak pendek pada Kamis (9/5) dan penembakan sejumlah proyektil pada Sabtu (4/5).

Syarifudin




Berita Lainnya...