Edisi 15-05-2019
Parkir di Kawasan Banten Lama Karut Marut


SERANG - Parkir di kawasan Masjid Agung Banten Lama, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, karut marut. Lahan parkir disediakan terbatas, hanya dua tempat, yakni Terminal Sukadiri dan kawasan penunjang wisata (KPW).

Ini dikeluhkan pengunjung wi sa - ta Banten Lama, belum lagi tarif kendaraan roda dua se be - sar Rp5.000 padahal biasanya cuma Rp2.000. Tarif tersebut dikolektif sepihak tanpa ada payung hu - kum. “Masa bayar parkir saja sampai Rp5.000, kalau mobil sih wajar ini mah motor,” kata Hari, salah satu pengunjung yang hendak ziarah ke Masjid Agung Banten Lama, Serang, kemarin. Banten Lama merupakan ikon Provinsi Banten yang mempunyai nilai historis lu - hur. Dia berharap pemerintah daerah menertibkan petugas parkir yang memasang tarif dengan sewenang-wenang. “Ka laupun ada parkir nggak masalah, yang penting ba yar - nya harus sesuai,” ucapnya.

Kepala UPT Parkir Dinas Perhubungan Kota Serang Ahmad Yani menuturkan, la - han parkir di Banten Lama ada dua tempat di KPW seluas 2 hek tare dan terminal lama di Sukadiri. Namun, di KPW ma - sih terkendala pembebasan la - han. “Banten Lama memang ma sih karut marut soal lahan parkir,” kata Ahmad. Menurut dia, persoalan tarif parkir sudah ditentukan dalam Peraturan Daerah (Per - da) Nomor 13/2011. Untuk kendaraan roda empat jenis minibus dengan kapasitas pe - numpang 9 orang sebesar Rp3.000, bus sedang kapasitas penumpang 25 orang Rp5.000, bus besar Rp7.500, dan sepeda motor Rp1.000. Menyangkut per ma salah - an penertiban dan pe na - ngan an tarif parkir, dia eng - gan ber komentar. Sebab dalam ko ri dor atau ranah hu - kum bukan lagi persoalan Dishub.

Dia ha nya menyebut kan ciri petugas parkir Dishub mengenakan rompi berwarna jingga dan ber tu - liskan juru parkir Kota Serang. Walaupun banyak ter - jadi di lapangan yang meng gu - nakan atas nama Dishub bisa dilihat dari karcisnya. Dishub memiliki tanda legal nya. Sebelumnya, Polsek Ka - semen, Kota Serang, menyita 10.500 lembar kertas parkir di kawasan Masjid Agung Banten Lama. Penyitaan dilakukan lantaran pungutan parkir terindikasi pungutan liar (pungli) yang tidak memiliki izin resmi dari pemerintah daerah.

Penyitaan 105 bundel kertas parkir di area Masjid Agung Banten Lama itu juga karena banyak pengunjung khususnya peziarah yang resah mengenai ta rif parkir Rp5.000 atau melebihi batas aturan.

Teguh mahardika





Berita Lainnya...