Edisi 15-05-2019
San Francisco-New York, Pusat Pencetak Miliarder


NEW YORK – Miliarder terus lahir di kota-kota dengan pertumbuhan eko nomi yang sangat tinggi. Sebanyak 30% miliarder dari 2.604 miliar der dunia diketahui muncul dari kota besar seperti New York, Hong Kong, San Fransisco, Moskow, London, Beijing, Singapura, Los Angeles, Dubai, dan Mumbai.

Kota-kota lain seperti Shen zhen, Sao Paulo, Istanbul, Hangzhou, dan Tokyo juga turut berkontri busi men - cetak miliarder. Laporan itu diungkapkan per usahaan data dan intelijen kekayaan bersih global asal AmerikaSerikat(AS), Wealth-X. Los Angeles dan San Fransisco merupakan kota yang meng - alami kenaikan peringkat pada 2018. Meski hanya bertambah satu miliarder, San Fransisco naik empat peringkat diban - ding 2017. Kenaikan peringkat San Fransisco juga didorong oleh penurunan jumlah miliarder di Dubai (-1), Mumbai (-1), dan Shenzhen (-2). Istanbul yang mengalami depresiasi signifi kan nilai mata uang, juga me naikkan peringkat Sao Paulo dari posisi 13 ke posisi 12, mes ki tidak mengalami pen amb ah an miliarder.

Hangzhou dan Tokyo ter - dam pak paling ringan diban - ding kota-kota lainnya di Asia. Kedua kota itu meng alami pe - nurunan satu miliarder. Na - mun, posisi mereka tidak ber - ubah, masing-masing ber ada di posisi 14 dan 15. Hangzhou dan Tokyo ter papar pergerak an negatif pasar saham di China dan Jepang. Tokyo juga merupakan pusat miliar der Jepang. Ang - ka nya men capai 81%. Empat dari lima miliarder Jepang berada di Tokyo. Kota lainnya yang memiliki kondisi sama seperti Tokyo ialah Moskow dan Dubai (69%), London dan Sao Paulo (67%). Kota itu unggul dari kota lainnya di negaranya masing-masing. San Fransisco merupakan kota yang memiliki miliarder terbanyak per penduduk di - ban ding kota-kota teratas lainnya. Dengan banyaknya perusaha an teknologi, satu per 11.600 penduduk merupakan seorang miliarder. Disusul New York, Dubai, dan Hong Kong de ngan satu miliarder per 80.000-85.000 penduduk. “Populasi miliarder menu - run 5,4% pada 2018 dibanding setahun se belumnya,” ungkap Wealth-X da lam laporannya.

“Dengan me lam bat nya per - tumbuhan global, kete gang an perdagangan, dan pe nurunan ekuitas akhir tahun, total kekayaan miliarder me nurun 7% menjadi USD8,6 triliun.” Demikian penjelasan Wealth- X. Penurunan ini menjadi yang terburuk sejak krisis finansial satu dekade silam. Melanjutkan kondisi eko nomi setahun sebelumnya, penu - runan terbesar populasi miliarder global pada 2018 terjadi di Asia-Pasifik. Amerika Utara menjadi satu-satunya kawasan yang mengalami pe - ningkatan jumlah miliarder sebesar 3%. Kekayaan bersih miliarder meng alami penurunan di seluruh dunia yang dipimpin Asia-Pasifik sebesar 9%.

Disusul EMEA 7% dan Amerika 6%. Faktor utamanya ialah performa buruk pasar ekuitas di tengah eko nomi yang me - lambat, sengketa tarif antara AS dan China, dan ketidak - pasti an ekonomi di negara berkembang. Di 15 negara teratas ber - dasarkan jumlah miliarder, semuanya meng alami penu - runan miliarder, kecuali di AS, Inggris, Rusia, dan Prancis. Semua negara atau wilayah di Asia-Pasifik, termasuk China, Hong Kong, India, dan Singa - pura, mengalami penu run an miliarder beserta kekaya an - nya. Begitu juga di UEA dan Arab Saudi. AS merupakan negara dengan miliarder terbanyak, yakni 705 orang dengan total kekayaan USD3.013 miliar, naik 3,7%.

Disusul China (285), Jerman (146), Rusia (102), Inggris (97), Swiss (91), Hong Kong (87), India (82), Arab Saudi (57), Prancis (55), UEA (55), Brasil (49), Italia (47), Kanada (45), dan Singapura (39). Sebagian besar miliarder memiliki sumber penghasilan lebih dari satu. Tidak ada miliarder yang naik ke puncak kekayaan dengan meng andal - kan satu macam perusahaan. Namun, sumber penghasilan tertinggi yang mencetak se - pertiga dari populasi miliar - der dunia berasal dari per - usahaan perbankan, ke uang - an, dan industri. “Mayoritas orang setelah meraih gelar miliarder telah berupaya membagikan kekayaan mereka dalam be ragam program sumbangan, ter masuk membangun yayasan amal. Mereka beralih fokus dari perusahaan berlaba tinggi ke organisasi yang sama sekali tidak memungut profit sepeser pun,” ungkap Wealth-X.

Pada2018, populasimiliar der hanyaterhitung1% daripopulasi Kekayaan Bersih Sangat Tinggi (Ultra High Net Worth/UHNW), yakni orang yang memiliki kekayaan bersih USD30 juta. Sekitar 86 miliar der dari setiap 100 miliarder memiliki keka - yaan USD1-5 miliar. Hanya 25 miliarder yang me miliki USD25 miliar.

Muh shamil

Berita Lainnya...