Edisi 15-05-2019
Delapan Terduga Teroris Diringkus


SEMARANG– Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri menangkap delapan terduga teroris di sejumlah daerah di Jawa Tengah dalam sepekan terakhir.

Kapolda Jateng Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel mengungkapkan, delapan terduga teroris tersebut ditangkap di Kabupaten Grobogan, Kudus, Sragen, dan Magelang. ”Paling banyak ada di wilayah Mage - lang,” kata Rycko di Semarang kemarin. Sayangnya, jenderal bintang dua itu tak membeberkan lebih detail terkait penindakan tersebut. Termasuk nama dan jaringannya apa. Sejauh ini, kata dia, para terduga masih dilakukan pemeriksaan intensif. ”Polda Jateng hanya mem-back up ,” s ebut mantan gubernur Akpol ini. Salah satu terduga teroris yang ditangkap adalah Agung, 24, warga Perum Graha Tiara 2 RT7/1 Desa Gumpang, Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo. Pria yang keseharian menjadi penjual dawet dan gorengan itu dibekuk seusai menjalankan salat subuh di musala belakang rumahnya.

Penangkapan berlangsung sekitar pukul 05.00 WIB. Setelah menjalankan ibadah salat dan kultum, Agung keluar masjid bersama jamaah lainnya. Sesaat setelah keluar, tujuh anggota Densus 88 membekuknya tanpa perlawanan. ”Mereka (anggota Densus) naik mobil satu dan sepeda motor dua,” kata Nur Alim, ketua RT 7 RW 1 Perum Graha Tiara 2, saat ditemui di sela-sela penggeledahan rumah Agung oleh Densus 88 dan Polres Sukoharjo. Setelah ditangkap, bapak satu anak itu lalu dibawa masuk mobil dan dibawa pergi. Penangkapan itu disaksikan sejumlah warga yang saat itu juga selesai menjalankan salat subuh. Setelah penangkapan, warga kemudian memberi tahu Hanifah, istri Agung yang ada di dalam rumah.

Sekitar pukul 13.30 WIB, anggota Densus 88 bersama anggota Polres Sukoharjo datang dan menggeledah rumah Agung. Hanifah, 25, istri Agung, mengaku kaget suaminya ditangkap polisi. Selama ini, suaminya juga tidak melakukan aktivitas yang aneh-aneh. ”Hanya jualan dawet angkringan dan gorengan,” ucap Hanifah. Dalam penggeledahan, polisi menyita empat ponsel dan buku. Kasat Reskrim Polres Sukoharjo AKP Gede Yoga Sanjaya mengaku hanya mengamankan penggeledahan yang dilakukan Densus 88. ”Penggeledahan berlangsung sekitar satu jam, yang diamankan beberapa barang elektronik berupa ponsel,” terang Gede Yoga.

Di Kabupaten Madiun, Jawa Timur, tim Densus 88 Antiteror menggeledah rumah kontrakan terduga teroris JS di RT 08/RW 03, Desa Mejayan, Kecamatan Mejayan, kemarin. Penggeledahan dilakukan setelah Densus menangkap terduga teroris asal Semarang, Jawa Tengah. JS sendiri ditangkap saat sedang berjualan di kios kacamata miliknya, Pasar Sayur Caruban. Berdasarkan informasi istri JS yang berinisial NF, dalam penggeledahan tersebut polisi menyita sejumlah barang penting milik suaminya, di antaranya laptop, telepon seluler, dan catatan milik suaminya. Barang- barang tersebut lalu dibawa petugas. Rumah itu dikontrak oleh keluarga JS sejak setahun terakhir. JS tinggal di rumah tersebut bersama istri dan anak-anaknya. Sejumlah tetangga JS tidak menyangka bahwa pria kelahiran Kebumen, Jawa Tengah tersebut ditangkap tim Densus 88 Antiteror karena terlibat jaringan teroris.

”Ya, kaget saja. Soalnya Pak Joko itu tidak ada tampang teroris. Kesehariannya dia dan istrinya juga bergaul biasa dengan tetangga dan warga desa. Pokoknya tidak ada yang mencurigakan. Makanya, semua pada tidak menyangka,” ujar tetangga JS, Ika Septianis, kepada wartawan. Menurut Ika, rumah kontrakan tersebut didatangi banyak petugas kepolisian pada Selasa siang sekitar waktu salat zuhur. Saat digeledah, di rumah tersebut terdapat istri Joko. Sementara Joko sendiri telah ditangkap saat berjualan di kiosnya. Selain dikenal ramah dan baik dengan tetangga, Joko juga dikenal taat beribadah.

Selama mengontrak di lingkungan tersebut, Joko dan keluarganya juga aktif dengan kegiatan kampung. ”Sering terlibat dengan kegiatan kampung. Kayak kerja bakti dan kegiatan saat agustusan. Pokoknya tidak ada yang aneh dengan tingkah lakunya,” tambahnya.

Ary wahyu wibowo/ ahmad antoni/ant






Berita Lainnya...