Edisi 15-05-2019
Drone Serang Dua Fasilitas Minyak Arab Saudi


RIYADH - Arab Saudi menyatakan drone bersenjata menyerang dua stasiun pompa minyak di negara itu kemarin. Aksi ini terjadi dua hari setelah kapal tanker minyak Saudi disabotase di lepas pantai Uni Emirat Arab (UEA).

Kementerian Minyak Arab Saudi menyatakan serangan drone itu mengakibatkan kebakaran dan kerusakan di salah satu stasiun pompa minyak namun tidak mengganggu produksi atau ekspor minyak mentah dan produk petrolium. Harga minyak naik setelah berita penyerangan di dua stasiun pompa yang terletak 320 km barat ibu kota Riyadh tersebut. Harga minyak mentah Brent naik 1,38% menjadi USD71,20 pada 11.14 GMT. Menteri Energi Arab Saudi Khalid al-Falih menjelaskan, serangan drone dan sabotase pada empat kapal, termasuk dua kapal tanker Saudi di Fujairah itu mengancam suplai minyak global. “Serangan-serangan itu membuktikan lagi bahwa penting bagi kita menghadapi entitas teroris, termasuk milisi Houthi di Yaman yang didukung Iran,” ujar Falih dalam pernyataan berbahasa Inggris yang dikeluarkan kementeriannya.

Masirah TV yang dikelola Houthi menyatakan mereka melancarkan serangan drone di berbagai instalasi penting Arab Saudi sebagai respons atas agresi dan blokade di Yaman. Koalisi yang dipimpin Arab Saudi memerangi Houthi selama empat tahun di Yaman untuk memulihkan pemerintahan yang diakui internasional. Konflik itu dianggap sebagai bentuk perang antara Arab Saudi dan Iran. Houthi berulang kali meluncurkan drone dan rudal ke kota-kota Saudi, tapi sumber Saudi menjelaskan, ini pertama kali fasilitas Aramco diserang drone. Aramco menyatakan telah menutup jaringan pipa East West yagn disebut Petroline untuk mengevaluasi kondisinya. Jaringan pipa itu mengirimkan minyak mentah dari ladang minyak di bagian timur ke pelabuhan Yanbu di utara Bab al-Mandeb.

Berbagai serangan terjadi di tengah konflik antara Washington dan Teheran terkait sanksi serta kehadiran militer AS di kawasan itu. Indeks saham Arab Saudi mengalami penurunan dalam dua hari terakhir. Dana negara dikerahkan untuk mendukung saham-saham lokal agar tidak merosot terlalu dalam. UEA tidak menyebut rincian tentang serangan pada kapal- kapal dekat pelabuhan Fujairah yang terletak di dekat Selat Hormuz. UEA juga tidak menyalahkan pihak atau negara tertentu sebagai pelakunya. Namun, Iran menjadi tersangka utama dalam sabotase kapal itu meski Amerika Serikat menyatakan tidak memiliki bukti kuat.

Muh shamil






Berita Lainnya...