Edisi 15-05-2019
Guru Bakal Dilatih Instruktur Luar Negeri


JAKARTA –Pemerintah akan mengundang instruktur ahli dari luar negeri untuk melatih para guru. Pelatihan difokuskan pada bidang pendidikan vokasi dan science, technology, engineering, and mathematics (STEM).

Instruktur yang diundang berasal dari negara-negara dengan kualitas pendidikan yang maju. Seperti Belanda, Prancis, Jerman, dan negara maju lain - nya untuk dapat memberikan pelatihan (training of trainers) ke pada para guru dan instruk - tur di dalam negeri. Hal ini disampaikan Men - teri Pendidikan dan Kebu da ya - an (Mendikbud) Muhadjir Effen dy sekaligus menepis ka - bar yang menyebut bahwa pe - me rintah akan mengimpor guru asing untuk mengajar di Indonesia. “Jadi meng un dang para guru dan instruktur dari luar negeri untuk mem beri kan pelatihan kepada guru kita sesuai bidangnya. Pelatih an tidak hanya untuk guru-gu ru, tetapi juga untuk instruktur di balai-balai latihan kerja ke - menterian lain,” katanya di Kan tor Kemendikbud, Jakarta, kemarin.

Para instruktur luar negeri itu adalah para instruktur yang bekerja di lembaga-lembaga pe nyedia pelatihan. Mantan rektor Universitas Muhamma - di yah Malang ini menampik bahwa kedatangan instruktur luar negeri ini adalah barang baru. Sebab mereka sebe nar - nya sudah ada yang diundang, na mun dalam skala kecil. Rencana ini merupakan res - pons atas arahan Presiden Joko Widodo dalam rapat terbatas kabinet yang ingin jumlah ins - truktur yang diundang lebih banyak sehingga akan ber dam - pak pada pembangunan sum - ber daya manusia (SDM). Mendikbud menjelaskan, para instruktur ahli yang dida - tangkan dari luar negeri ter se - but akan difokuskan untuk meningkatkan kapasitas guru di sekolah menengah kejuruan (SMK).

Khususnya di bidang prioritas seperti pariwisata dan perhotelan, kemaritiman, teknologi informasi dan komu - ni kasi, advanced robotic, serta mekatronik. “Sasaran utama - nya adalah untuk peningkatan kapasitas pembelajaran vokasi di SMK, dan juga pembelajaran STEM,” urainya. Muhadjir juga menegaskan bahwa kedatangan para ins - truk tur dari luar negeri terse but bukanlah untuk meng ga n ti kan peran para guru sekolah di Indo - nesia. Instruktur asing itu ha - nya akan membantu per ce pat - an proses peningkatan kapa si - tas para guru. Karena itu, ins - truktur luar negeri itu pun tidak diangkat menjadi PNS atau di - kontrak dalam jang ka panjang.

Selain memberikan pela tih - an, para instruktur ahli yang di - datangkan dari luar negeri ter - sebut diharapkan dapat mem - ban tu meningkatkan kapasi tas melalui sertifikasi dengan re - kognisi internasional. “Ins - truk tur asing punya banyak man faat. Yang pertama untuk skill-up untuk meningkatkan kemampuan, keterampilan yang dimiliki instruktur kita,” tuturnya. Kemudian yang ke - dua untuk benchmarking . “Kita bisa mengukur tingkat ke mam - puan instruktur kita. Ma ka itu, yang kita undang ke sini pasti yang terstandar,” jelas nya. Dia menerangkan bahwa jika dibandingkan mengirim guru keluar negeri untuk dila - tih, maka lebih hemat men da - tangkannya langsung ke dalam negeri.

Mendikbud optimistis program pelatihan dapat dilak - sanakan pada 2019. Detil pe - lak sanaan dan anggarannya se - dang dibahas di tingkat Ke - men terian Koordinator Pem - ba ngunan M anusia dan Kebu - da yaan (Kemenko PMK). Sementara itu, Wakil Sek - jen Federasi Serikat Guru Indo - nesia (FSGI) Satriwan Salim memandang bahwa pemerin - tah harus menjelaskan seperti apa kompetensi para pelatih yang didatangkan dari luar ne - geri tersebut. “Berapa pelatih yang didatangkan, dari negara mana, guru apa saja sasar an - nya, dan bagaimana skema pe - latihan termasuk transparan anggaran harus semua dijelas - kan ke publik,” tegasnya. Dia mengaku FSGI diundang ke Ke menko PMK untuk mem ba - has masalah ini.

Selain itu, jika memang pe - merintah ingin mendatangkan mereka untuk melatih guru, ma ka mereka tidak boleh be - ker ja sendiri, melainkan harus melibatkan kolaborasi dengan Lembaga Pendidik Tenaga Ke - pendidikan (LPTK), guru-guru ber prestasi termasuk juga de - ngan Lembaga Penjaminan Mu tu Pendidikan (LPMP), Pu - sat Pengembangan dan Pem - ber dayaan Pendidik dan Te na - ga Kependidikan (P4TK), serta Balai Latihan Kerja (BLK). Satriwan menekankan, pa - da prinsipnya pemerintah ha - rus menghitung dengan cer mat betul mengenai mana yang le - bih efektif dan efisien di an ta ra m engirim guru untuk belajar ke luar negeri atau mengun dang pe latih luar negeri ke Indo nesia. Sebab, pelatih guru dari luar ne ge ri itu mesti me ma hami karak - teris tik per soal an guru ter uta - ma guru SMK di Tanah Air.

“Termasuk kondisi geografis dan budaya kita yang unik. Mereka tidak bisa serta-merta membawa cara mereka secara taken for granted ke guru-guru Indo nesia,” katanya.

Neneng zubaidah




Berita Lainnya...