Edisi 15-05-2019
Hakim Tolak Praperadilan Romahurmuziy


JAKARTA - Hakim tunggal Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) Agus Widodo memutuskan menolak seluruh permohonan dalam gugatan praperadilan yang diajukan tersangka dugaan penerima suap Muchammad Romahurmuziy (Rommy).

Bersamaan dengan itu pada hari yang sama, penyidik Ko mi - si Pemberantasan Korupsi (KPK) melimpahkan berkas, barang bukti, dan dua tersangka pemberi suap ke Jaksa Pen un - tut Umum (JPU). Dalam waktu beberapa pekan, keduanya segera menjalani persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta. Hakim tunggal Agus Widodo meyakini, dari rangkaian persidangan praperadilan telah dapat dipastikan seluruh tin dakan hukum yang dilakukan KPK terhadap tersangka penerima suap Rommy telah sesuai dengan semua aturan yang berlaku, mulai KUHAP hingga UU KPK dan dikuatkan dengan beb erapa putusan Mahkamah Konsti tusi (MK).

Segala tindakan hukum tersebut, menurut hakim Agus, mulai tahap penyelidikan, pe - nyadapan, operasi tangkap ta - ngan (OTT), penetapan Rom - my sebagai tersangka penerima dalam kasus dugaan suap jualbeli pengisian atau Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi pada Kementerian Agama 2018/ 2019, hingga penahanan terhadap Rommy. Bahkan Agus menegaskan, penetapan Rommy sebagai ter - sangka telah memenuhi alat bukti yang sah secara hukum. “Memutuskan, menolak per mo - honan praperadilan Pe mo hon (Rommy) untuk se lu ruh nya,” tandas Agus saat mem ba ca kan amar di PN Jaksel kemarin.

Sebelum pembacaan putusan, Rommy melalui tim pe na - sihat hukumnya yang dipimpin Maqdir Ismail menyerahkan surat pencabutan praperadilan kepada hakim. Anggota Tim Biro Hukum KPK Efi Laila Kho - lis kemudian meminta agar ha - kim Agus Widodo membacakan putusan karena proses pra per - adilan sudah tahap akhir. Di bagian lain, Juru Bicara KP K Febri Diansyah me nya ta - kan pihaknya menghargai dan mengapresiasi putusan yang dibacakan hakim tunggal PN Jaksel Agus Widodo yang me - nolak seluruh gugatan pra per - adilan tersangka penerima suap sekaligus anggota Komisi XI DPR dan Ketua Umum DPP PPP (sudah mengundurkan diri) Romahurmuziy (Rommy).

Febri mengungkapkan, ter hi - tung Selasa (14/5), penyidik telah merampungkan berkas pemeriksaan untuk tersangka pemberi suap Rp250 juta yang juga Kepala Kanwil Kemenag Jawa Timur nonaktif Haris Ha - sanuddin dan pemberi suap Rp50 juta sekaligus Kepala Kan - tor Kemenag Kabupaten Gresik nonaktif Muh Muafaq Wira hadi. Karena itu, penyidik kemu - dian melimpahkan berkas, bar - ang bukti, dan dua tersangka pemberi suap ke jaksa penuntut umum (JPU). “Penuntut umum memiliki waktu 14 hari kerja untuk menyusun surat dak wa - an atas nama HRS (Haris) dan MFQ (Muafaq). Rencananya sidang HRS dan MFQ akan di - lakukan di Pengadilan Tindak Pi dana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat,” ungkap Febri di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, tadi malam.

Dia mengungkapkan, saat kasus masih di tahap pe nyi - dikan, ternyata tersangka Haris telah mengajukan diri sebagai justice collaborator (JC). KPK, ujarnya, menyambut baik ini - siatif Haris tersebut. Atas per - mohonan JC itu, KPK tentu per - lu mempertimbangkan syaratsyarat untuk mengabulkan atau menolak JC tersebut. “Nanti akan dilihat seberapa signifikan keterangan di persidangan dan juga konsistensi yang ber sang - kutan (Haris),” paparnya. Mantan pegawai fungsional pada Direktorat Gratifikasi KPK ini mengatakan, ada se di - kitnya dua alasan persidangan Haris dan Muafaq dilakukan di Jakarta meskipun operasi tang - kap tangan (OTT) terjadi di Su - rabaya, Jawa Timur.

Pertama, ada dugaan per - buatan-per buat an lain terjadi dan dila ku kan di Jakarta baik per temuan-pertemuan se jum - lah pihak hingga penyerahan Rp250 dari Haris ke Rommy di rumah Rom my di bilangan Con - det, Jakarta Timur pada 6 Feb - ruari 2019. Kedua , sebagian besar saksisaksi dari total 70 saksi yang diperiksa di tahap penyidikan berdomisili di wilayah Peng - adilan Tipikor pada PN Jakpus. “Ketentuan itu sudah ter can - tum dan diatur di KUHAP,” tan - dasnya. Lebih lanjut, Febri menga - ta kan bahwa KPK kembali mem bawa Rommy ke RS Polri dan melakukan pembantaran un tuk melakukan perawatan aki bat penyakit yang diderita. Rom my dibawa ke rumah sakit pada Senin (13/) malam.

Pembantaran dilakukan setelah dokter KPK melakukan peme - rik saan dan disimpulkan dip - er lukan rawat inap untuk Rommy. Berdasarkan informasi yang diperoleh Febri, penyakit Rom - my hampir sama seperti saat perawatan dan pembantaran sebelumnya. “Selama di ban tar - kan tidak dihitung pengu rangan masa tahanan. Namun, proses penyidikan untuk RMY (Rom my) tetap akan dilakukan, apalagi dalam putusan pra per adilan tadi hakim menegaskan beberapa hal termasuk keabsahan proses yang dilakukan KPK,” ujarnya.

Sabir laluhu

Berita Lainnya...