Edisi 15-05-2019
Ibu Kota Baru, Persiapkan SDM Lokal


PEMINDAHAN ibu kota negara keluar Pulau Jawa bukan semata hanya ingin merealisasikan ide lampau dari penggagas Indonesia, namun karena melihat kondisi Jakarta yang semakin lama kian menua dalam menanggung beban sebagai pusat kegiatan pemerintahan dan bisnis.

Tidak hanya usia yang kian menua sehingga bebannya ma kin be rat, tetapi ada tiga masa lah be sar harus di - tanggung oleh Ja karta. Per tama, kondisi Ja karta da - lam waktu 10 tahun be la kangan te lah mengalami pe nu runan lahan sebesar 50% se hingga meng akibatkan Jakarta men - jadi daerah rawan banjir. Ke dua, polusi udara Jakarta yang kian mengkhawatirkan aki bat banyaknya kendaraan. Ketiga, kepadatan yang kian menjadi sejak Jakarta menjadi kota tujuan urbanisasi. Namun, tentu memindahkan ibu kota perlu perencanaan matang dengan melakukan kaji an mendalam. Menurut Ke pa - la Pusat Penelitian Infra struk - tur dan Kewilayahan Institusi Teknologi Bandung (ITB) Wilmar A Salim, pemindahan ibu kota setidaknya memerhatikan empat hal utama.

Pertama, daerah yang dijadikan ibu kota baru harus memiliki lahan memadai karena pu sat pemerintahan me merlukan tempat cukup luas. Kedua, wila yah yang di - jadikan pusat pe me rin tah ha - rus memiliki lahan atas milik negara bukan milik ma sya rakat. Ini penting untuk me mi - nimalkan proses peng gan tian lahan nantinya. Ketiga , wilayah itu harus tidak rawan bencana. Keempat, didukung oleh ke beradaan penduduk, yak ni harus memiliki jumlah pen duduk yang tidak me lam paui mak - simum dari kapasitas wila yah itu. Ini perlu diper hati kan ka - rena kesemrawutan Ja kar ta bisa saja terulang jika ma sa lah ke pendudukan tidak jadi per - hatian sejak awal. Seperti petani, setiap me nanam sesuatu pasti akan ada yang dituai. Demikian pula pe - mer intah.

Setiap keputusan dan ke bijakan tidak luput dari efek samping, termasuk pe min dah an ibu kota. Dampak pe min dah an ini juga perlu diantisi pa si. Be - berapa hal menjadi ke kha wa tiran bagi daerah yang di tun juk menjadi ibu kota baru, yakni ang ka kriminalitas berpotensi menjadi tinggi, terjadi penu - run an lahan, tergerusnya bu daya lokal akibat masuknya urbani sasi, dan kemacetan lalu lin tas yang parah. Atas sejumlah kekhawa tir - an itu pemerintah harus me - miliki so lusi dan cara-cara stra - tegis. Be berapa hal yang bisa dilaku kan antara lain me la ku - kan pe latihan sumber daya manusia (SDM) penduduk lokal, pem ba tasan penggunaan kendaraan milik pribadi, serta melebarkan jalan-jalan pro tokol.

Jika selu ruh hal ini di anti - sipasi jauh hari, maka problem yang dialami Ja karta saat ini bisa dihindarkan. Namun, terlepas dari rasa kha watir di atas, bagi masya ra - kat Indonesia di manapun ibu ko ta baru berdiri nanti, alasan pemindahan ibu kota haruslah berlandaskan pada upaya pemerataan demi kese jah te raan rakyat Indonesia. Ka re na itu, kebijakan ini patut di du kung.

HENI YULIANTI
Mahasiswa Ilmu Politik. UIN Syarif Hidayatullah



Berita Lainnya...