Edisi 15-05-2019
Hotel Fitra International Lepas 220 Juta Saham


JAKARTA - PT Hotel Fitra International sebagai induk usaha pengelola Hotel Fitra yang berlokasi di Majalengka, Jawa Barat, berencana melakukan pelepasan saham perdana ke publik atau initial public offering (IPO) dengan melepas sebanyak 220 juta lembar saham.

Direktur Utama Hotel Fitra International, Joni Rizal me - nga takan, dalam aksi kor po rasi ini perseroan menunjuk pen ja - min pelaksana emisi efek (lead underwriter), yakni PT Lotus An dalan Sekuritas, de ngan me na warkan harga per saham pada kisaran Rp100-105 per lem bar saham. Dengan de mi - kian, perusahaan ber ha rap bisa memperoleh dana se gar pada kisaran Rp22-23 miliar. “Kami percaya dengan men - jadi perusahaan publik yang transparan dan akuntabel, ka - mi akan semakin tumbuh ke de - pan seiring dengan prospek bis - nis di Kota Majalengka, sesuai de ngan salah satu misi per - usahaan yaitu bersama dengan pemda setempat bertekad me - ma jukan pariwisata lokal,” kata Joni di Jakarta kemarin.

Seperti diketahui, salah satu hotel milik perseroan berlokasi sekitar 20 menit dari Bandara Kertajati. PT Hotel Fitra Inter - national memiliki anak usaha yakni PT Bumi Majalengka Per - mai (BMP) selaku pengelolaan hotel dan PT Fitra Amanah Wi - sata (FAW) yang bergerak pada bisnis tour and travel. Lebih lanjut Joni men je las - kan, perseroan akan me le pas sa - ham sebanyak-ba nyak nya 220 juta lembar saham atau se tara dengan 36,67% dari mo dal di - tem patkan dan dise tor per usa - ha an. Dana ha sil pe na war an umum ini akan di gu na kan se - kitar 50% untuk meng akuisisi tambahan land bank oleh anak usaha per usa haan yak ni PT Bu - mi Ma ja leng ka Permai (BMP) sekitar 30% akan di gunakan u - ntuk pem ba ngunan Con ven ti - on Hall di Hotel Fitra milik BMP. Sekitar 20% akan digu na kan se - bagai modal kerja bagi BMP.

Sementara itu, Direktur Ke - uangan Hotel Fitra Inter na tio - nal Sukino menambahkan, se - pan jang tahun lalu tingkat oku - pansi atau keterisian hotel te - rus me ning kat menjadi 53,85% di ban dingkan dengan akhir De - sem ber 2017 yang ha nya 47,77%. Dari posisi keua ngan perseroan pada akhir 2018, aset perseroan me n capai Rp47,07 miliar, sementara ke wajiban sebesar Rp23,43 mi liar. Pen dapatan perusahaan naikmenjadi Rp8,07 miliar dari ta hun 2017 sebesar Rp2,48 miliar.

“Adapun untuk posisi pendapatan perusahaan terbesar pada tahun lalu berasal dari sewa kamar sebesar 73,67%, sisanya dari sewa ruangan ra pat 17,52%, restoran 7,71% dan sisanya laundry,” kata Sukino.

Heru febrianto