Edisi 15-05-2019
Industri Petrokimia Skala Besar Siap Investasi di Gresik


JAKARTA –Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong peningkatan investasi di sektor industri petrokimia. Selain menumbuhkan sektor hulu, tujuannya juga guna mendongkrak kapasitas produksi sehingga dapat memenuhi kebutuhan di pasar domestik dan ekspor sekaligus sebagai substitusi impor.

“Industri petrokimia me rupakan sektor hulu yang ber pe - ran penting dalam menunjang kebutuhan produksi di sejumlah manufaktur hilir. Pro - duk yang dihasilkan oleh in dus - tri petrokimia antara lain di gu - nakan sebagai bahan baku di industri plastik, tekstil, cat, kos - metik, dan farmasi,” ujar Menteri Perindustrian (Men pe rin) Airlangga Hartarto di Jakarta kemarin. Menurut Menperin, pi haknya bertekad semakin me nguat - kan sektor induk (mother of industry ) agar rantai pasok dan struktur manufaktur di da lam negeri lebih dalam sehingga bisa berdaya saing di kancah global. “Keberlanjutan dalam pem - ba ngunan industri petrokimia sa ngat penting bagi aktivitas eko nomi atau membawa mul ti - plier effect. Apalagi, industri ki - mia masuk dalam sektor pionir dalam Making Indonesia 4.0,” tuturnya.

Airlangga menyebutkan, salah satu industri petrokimia skala besar siap berinvestasi di Kawasan Industri Java In te gra - ted Industrial and Port Estate (JIIPE) di Gresik, Jawa Timur. “Kami mendapat konfirmasi dari beberapa industri, ter ma - suk kawasan industri di Jawa Timur, akan ada investor besar masuk di sektor industri pe trokimia,”jelasnya. Lebih lanjut terang Men pe - rin, industri petrokimia ter se - but saat ini sedang dalam tahap pembebasan lahan. Rencana beroperasinya pada 2022. “Kalau sudah pembebasan la han, artinya kan sudah serius. Bia - sanya konstruksi untuk pem ba - ngunan paling lama 2-3 tahun,” imbuhnya.

Oktiani endarwati/ sindonews