Edisi 15-05-2019
Kemenperin Beri Pelatihan Keluarga Penerima Manfaat PKH


JAKARTA – Kementerian Per industrian (Kemenperin) ber sinergi dengan Kementerian Sosial (Kemensos) mulai melakukan pelatihan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) agar bisa menjadi wirausaha industri baru, khususnya sektor industri kecil dan menengah (IKM).

“Kami menindaklanjuti ha sil nota kesepahaman dengan Ditjen Perlindungan dan Ja min an Sosial tentang pe - num buhan wirausaha baru sektor IKM bagi penerima manfaat PKH dan bidang ke - sejahteraan sosial lainnya,” kata Direktur Jenderal In dustri Kecil, Mene ngah, dan Ane - ka Kemenperin Gati Wi ba waningsih di Jakarta kemarin. Gati menyampaikan, dalam implementasi program ber sama tersebut telah digelar bimbingan teknis (bimtek) sek tor perbengkelan las di Ka bu paten Banyuwangi, Jawa Ti mur. Kegiatan yang ber langsung pada 13-17 Mei 2019 ini di ikuti 20 peserta yang berasal dari empat ke camatan, yaitu Glenmore, Sem pu, Licin, dan Kabat.

“Selama lima hari, mereka mendapat program bimtek ten tang kewirausahaan. Ka - mi ber harap para penerima man faat bantuan sosial ini da - pat ke luar dari keterbatasan eko no mi dengan me wu jud - kan ke mandirian ekonomi se - hingga tidak bergantung pada ban tu an pemerintah,” tutur - nya. Gati optimistis, selain men jadi wirausaha baru, para lu lus an program bimtek per - beng kel an las ini bakal juga terserap kerja di industri pengolahan logam yang sek - tornya terus tum buh positif. Jumlah in dus tri pengolahan logam hingga saat ini lebih dari 224.000 unit usaha, de - ngan menyerap te naga kerja sebanyak 370.000 orang.

“Kami yakin, setelah meng ikuti bimtek ini, mereka akan mampu menerapkan nilai-ni lai kemandirian, me - miliki etos kerja tinggi, kre - atif, dan ino va tif serta men - jadi alumni pada program PKH tersebut,” im buh nya. Apalagi, para peserta bim - tek ini mendapat fasilitasi le - gali tas usaha, pengembangan pasar berbasis digital, dan pe - nyediaan akses ke sumber pem biayaan. Sejak 2015-2018, pe me - rintah te lah memberikan pro - gram bim tek kepada 44.294 pelaku IKM dan fasilitasi le - galitas usa ha ke pada 11.289 IKM. “Un tuk ta hun 2019 ini, di targetkan pe numbuhan wira usaha baru bisa lebih dari 3.000 wirausa ha,“ papar Gati.

Sementara itu, Dirjen Per - lin dungan dan Jaminan So - sial Kemensos Harry Hikmat me nyambut baik langkah yang dilakukan Kemenperin untuk menindaklanjuti kese - pakatan dengan Kemensos beberapa waktu lalu. Dalam MoU antara men - sos dan men perin ter se but, Ke menperin siap untuk men - du kung 400.000 ke lu arga pe - nerima manfaat (KPM) PKH yang te lah graduasi. Du kung - an ini de ngan men da pat kan bim bing an agar menjadi in - dus tri yang mandiri. “Mereka harus tetap men - da patkan ‘pendampingan pen dampingan’ agar lebih ma ju usahanya dan dapat di - en taskan. Mereka juga diban - tu menjadi wirausahawan yang akhirnya bankable,” ujar Harry.

Harry menambahkan, ke - menterian setidaknya akan me ningkatkan jumlah gra du - a si setidaknya menjadi 800.000 keluarga hingga akhir tahun ini atau setara de - ngan 8% dari total KPM. De ngan kata lain, Ke men - terian Sosial menargetkan jum lah gra dua si sekurang-ku - rang nya 29% dari realisasi ta - hun lalu seki tar 620.000 ke lu - arga. “Targetnya minimal 800.000 (KPM). Dengan kerja sa ma dengan pihak Kemen - teri an Perindustrian ini, kami perkirakan bisa ditingkatkan sampai dengan 1 juta (KPM),” paparnya.

Rakhmat baihaqi