Edisi 15-05-2019
Ferrari Akui Salah Arah


BARCELONA– Tim Scuderia Ferrari tidak kunjung mampu menghentikan dominasi Mercedes di Formula One (F1) musim ini. Sebaliknya, nasib tim asal Italia itu justru semakin memprihatinkan jika melihat hasil dari balapan di GP Spanyol, akhir pekan lalu.

Prinsipal Ferrari Mattia Binotto mengakui timnya sedang kehilangan arah dalam pengembangan mobil SF90. Menurutnya, konsep dari tunggangan Sebastian Vettel dan Charles Leclerc itu tidak juga menemukan jalan yang tepat. Hal tersebut yang membuat timnya kalah telak dari Mercedes di lima balapan pertama F1 musim ini. Padahal, Ferrari telah membawa mesin terbaru serta memperbarui aerodinamika mobil dengan harapan mengalahkan atau setidaknya mengimbangi kecepatan Mercedes di Catalunya. Namun, keinginannya itu tak terwujud.

Mereka harus kembali mengakui kecepatan The Silver Arrow— julukan Mercedes—pada balapan tersebut. Terbukti, Vettel hanya mengakhiri lomba di posisi keempat. Sementara Leclerc tepat di belakangnya. Selain kalah dari Mercedes, Ferrari juga harus mengakui keunggulan Red Bull Racing lewat Max Verstappen yang finis di posisi ketiga. Hasil itu menjadi balapan kedua Ferrari tak mampu menempatkan wakilnya di podium setelah sebelumnya juga terjadi di Australia. Binotto menjelaskan masalah utama yang dihadapi Ferrari di Sirkuit Catalunya akhir pekan lalu adalah hilangnya kecepatan mobil pada semua bagian trek.

Pria asal Italia itu mengakui pengembangan mobil SF90 berjalan ke arah yang salah. Hal ini membuatnya tampak kecewa melihat hasil balapan tersebut. “Kami kehilangan banyak waktu di setiap tikungan, tidak hanya pada sektor tiga, tapi mobil sangat lambat di semua tikungan. Mobil terlalu banyak understeer. Apakah hanya downforceatau lebih dari itu? Kami harus menganalisisnya,” ucap Binotto, dilansir crash. “Apa pun kesimpulan yang diambil sekarang ini sudah pasti salah. Butuh beberapa hari untuk mendapatkan analisis yang benar,” katanya.

Binotto menegaskan akan terus berusaha meningkatkan dan mengembangkan Ferrari SF90 di sisa musim ini. Dia yakin masalah besar mobilnya, yaitu masalah downforcesaat memasuki tikungan akan segera ditemukan solusi terbaik sebelum menjalani balapan di GP Monako, 26 Mei mendatang. Ya, jika ingin tetap bersaing dengan Mercedes, Ferrari harus bangkit di Monako. Namun, Vettel justru pesimistis Ferrari dapat melakukannya. Karena, sirkuit jalan raya itu merupakan trek terlambat di dunia. “Kami kehilangan waktu di tikungan lambat dan Monako hampir seluruhnya terdiri atas tikungan lambat,” ungkap pembalap asal Jerman tersebut.

Raikhul amar