Edisi 15-05-2019
Jaga Reputasi


JAKARTA– Tak ada lagi yang dipertaruhkan Persija Jakarta selain reputasi pada laga terakhir fase grup Piala AFC kontra Shan United di Stadion Utama Gelora Bung Karno, malam ini.

Kemenangan menjadi harga mati untuk menjaga nama baik Macan Kemayoran dan Indonesia di kompetisi Asia. Tiga kekalahan, sekali imbang, dan hanya meraih satu kemenangan dicatatkan Persija hingga matchday kelima Grup G Piala AFC. Kekalahan dari Becamex Binh Duong memastikan Ismed Sofyan dkk gagal mengulangi pencapaian tahun lalu saat lolos ke babak semifinal Zona ASEAN. Hanya mengantongi empat poin dengan satu pertandingan sisa, Persija sudah tidak mungkin mengejar perolehan angka tim teratas Ceres Negros dengan 15 poin. Pun posisi runner-upyang diduduki Becamex Binh Duong dengan 10 poin. Karena itu, laga terakhir kontra Shan United ibarat hanya menggugurkan kewajiban di Piala AFC.

Meski sudah tidak menentukan, bukan berarti laga ini tidak penting bagi Persija. Sebaliknya, Macan Kemayoranbertekad mengakhiri musim di Piala AFC dengan manis. Karena itu, Ismed dkk membidik kemenangan atas Shan United yang notabene menjadi tim terlemah di Grup G. Kemenangan akan menjaga reputasi Persija sebagai tim terbaik Tanah Air yang berkompetisi di Piala AFC. Apalagi, Indonesia hanya menyisakan PSM Makassar yang masih akan berjuang di babak semifinal Zona ASEAN. “Laga besok memang sudah tidak penting dan tidak menentukan. Tapi, kami harus menang untuk menjaga nama baik tim dan Indonesia. Kami ingin mengakhiri turnamen dengan manis di depan suporter sendiri,” kata Pelatih Persija Ivan Kolev.

Ya, pernyataan Kolev cukup beralasan. Pencapaian Persija musim ini di Piala AFC berbanding terbalik dibandingkan 2018 lalu. Saat itu, Macan Kemayoranyang ditangani Stefano ‘Teco’ Cugurra lolos ke babak semifinal dengan status juara grup. Ismed dkk mengemas empat kemenangan, sekali imbang, dan satu kekalahan. Persija mengumpulkan 13 poin sekaligus mengunci juara grup. “Awalnya saya yakin bisa lolos ke semifinal. Tapi, banyak pemain cedera sehingga harus melakukan rotasi di setiap pertandingan. Selalu ada empat hingga enam pemain absen, pusing saya. Padahal, kalau tim lengkap, saya yakin bisa,” tandasnya.

Pelatih asal Bulgaria itu juga enggan menanggapi beberapa pemain Shan United yang absen karena mereka saat ini fokus menatap liga lokal setelah tersingkir dari ajang ini. Dia mengaku Persija juga tidak turun dengan komposisi terbaik lantaran tidak bisa memainkan Marko Simic. “Jangan percaya terlalu banyak. Dia bisa bicara begitu, tapi pasti memainkan skuad terbaik. Saya pun ingin memakai pemain yang dalam kondisi terbaik, apalagi tidak ada pilihan terlalu banyak. Sayang, kami tidak bisa memainkan Dany (Saputra) dan (Marko) Simic. Tapi, saya pikir pemain lain siap,” ujarnya.

Selain mengakhiri turnamen dengan poin penuh, kemenangan juga akan menjadi modal positif Persija sebelum tampil di Liga 1/2019 yang akan bergulir hari ini. Macan Kemayoranakan melakoni laga perdana dengan tandang ke Banjarmasin menghadapi Barito Putera.

Abriandi




Berita Lainnya...