Edisi 15-05-2019
Akting Adalah Jalan Hidupnya


SEJAKusia belasan, Maisie Williams sudah harus mengorbankan masa remajanya yang dia habiskan di lokasi syuting. Kini d ia tengah menikmati buah hasil kerja kerasnya selama ini.

Bukan hal mudah mendapatkan sosok dengan akting yang natural pada usia yang masih amat muda untuk film sebesar Game of Thrones . Meski begitu, Maisie Williams berhasil menyisihkan 300 kandidat lainnya yang mengikuti audisi untuk serial tersebut. Kabarnya, Maisie digambarkan sebagai individu pekerja keras dengan kemauan kuat. Sebuah kualifikasi dibutuhkan untuk memerankan sosok Arya Stark yang merupakan seorang pejuang. Ketika tampil pertama kali di serial ini, Maisie baru berusia 14 tahun yang membuat dia sebagai pemain termuda saat itu.

Lepas dari apakah Maisie seorang yang benar tomboi seperti karakter yang diperankannya, yang pasti kemampuannya dalam berakting memukau para penonton, terlebih dia sama sekali belum punya latar belakang akting selama ini. Game of Thrones sebetulnya bukanlah konsumsi remaja. Tetapi, mereka yang menyaksikan film ini bersama keluarga besar kemungkinan menjadikan sosok Arya sebagai pribadi tangguh yang tidak gampang menyerah dalam menghadapi segala masalah. Delapan tahun dalam serial ini, agaknya tidak berlebihan jika Maisie besar dan tumbuh bersama serial ini. Sebagian besar masa remaja Maisie dihabiskan di lokasi syuting, yang tentu dapat memengaruhi psikologisnya.

Untuk mengatasinya, dia mengambil proyek film lainnya, di mana kebanyakan diproduksi di Inggris. Maisie bahkan dilirik produser Hollywood. Tidak lama lagi, dia akan hadir meramaikan film Marvel yang berjudul The New Mutants . Masa kecil Maisie sebenarnya tidak terlalu bahagia. Pada usia yang masih amat muda, dia harus menghadapi perceraian kedua orang tuanya. Perpisahan itu membekas di hatinya. Untungnya, Maisie menemukan hobi yang membuat nya senang, yaitu menari. Dia bahkan memutuskan masuk Bath Dance College. Ketika dinyatakan lolos casting , ibunya tahu bahwa Maisie harus memilih salah satu; edukasi atau akting.

Seorang ibu tentu menginginkan putrinya mendapat pendidikan layak. Pada saat bersamaan, peluang untuk menjadi bintang besar terbuka. Akhirnya, dia melepas pendidikannya dengan dukungan penuh ibunya. Dia dan sang ibu sempat mendapat kritikan tajam dari warganet atas keputusannya itu. “Itu keputusan terbaik,” ujar Maisie. Toh , dia merasa dirinya juga tidak populer dan kurang nyaman di sekolah. Maisie bukanlah siswa yang tergabung dalam geng sekolah yang populer. Dia justru siswa biasa yang merasa tidak menarik dan tidak dikenal. Sekarang keadaan berbalik, siapa yang tidak mengenal wajahnya. Lepas dari sekolah, Maisie justru menemukan teman baru yang kini menjadi sahabat sejatinya, Sophie Turner.

Lebih dari itu, dia juga membuk tikan bahwa akting adalah jalan hidup yang dicarinya selama ini. Sudah banyak penghargaan yang berhasil disabetnya, salah satunya Portal Awards untuk Aktris Pendukung Terbaik (2012), termasuk BBC Radio 1 Teen Award untuk Best British Actor (2013), dan masih banyak lagi. Akting menjadi satu-satunya sumber pendapatannya. Dia tidak terlibat dalam iklan/endorsement apa pun karena usianya masih belia. Walau pendapatannya datang dari ber main film saja, Maisie sudah mendulang kekayaan cukup tinggi. Maisie diestimasi memiliki kekayaan sebesar Rp88,6 miliar.

Dia juga mendapatkan bayaran yang nilainya mencapai Rp2,5 miliar per epi sode pada 2017. Nominal yang luar biasa bagi aktris yang terbilang masih muda. Maisie mengaku, karakter Arya Stark banyak kesamaan dengannya. Di drama itu, dia berperan sebagai gadis pembangkang de ngan kemauan ke ras. Dalam kese harian pun Mai sie tipe orang yang tidak suka dikekang.

Sri noviarni