Edisi 15-05-2019
Konsentrat Rumput Laut


RUMPUT laut ternyata dapat menjadi barrier atau penghalang dampak buruk paparan sinar matahari di kulit. Oleh para ahli, rumput laut kemudian dijadikan konsentrat perawatan kulit.

Max Huber, seorang ahli fisika dirgantara, menderita luka bakar di labnya. Setelah bertahun-tahun bereksperimen, ia terinspirasi oleh sifat regenerasi rumput laut. Huber kemudian menciptakan Miracle Broth yang dapat menenangkan dan menghaluskan tampilan kulit. Para ilmuwan dari brand perawatan kulit La Mer menyadari bahwa Miracle Broth dapat membantu proses pembaharuan alami kulit. Kemudian para ilmuwan tersebut berpikiran untuk mengonsentrasikannya menjadi produk konsentrat yang kuat. Menggunakan proses vakum dingin yang unik, para ilmuwan mentransformasikan Miracle Broth yang memperbarui sel asli menjadi Miracle yang terkonsentrasi BrothTM.

Dari hal itulah diciptakan produk bernama The Concentrate La Mer. Konsentrat ini membantu menstabilkan kulit yang rapuh. Tak hanya itu, konsentrat ini dapat menenangkan tampilan kemerahan, iritasi, dan tandatanda peradangan lainnya di kulit. Tak hanya itu, konsentrat ini mengandung fermentasi penstabil yang unik. Kandungan ini membantu menstabilkan kulit yang rapuh dan membawanya kembali ke kondisi kulit yang paling sehat. Bahan penghalang khusus pada konsentrat ini bertindak sebagai “semen seluler” lipid . Bahan penghalang ini hampir seperti cairan penghalang bagi kulit yang rentan untuk membantu memperkuat dan membangun kembali tampilannya yang prima.

Di sisi lain, sinar UV dan radikal bebas dapat menyebabkan penghancuran kolagen, jaringan pendukung kulit yang mendasarinya, serta memicu pembentukan garis dan kerutan. Konsentrat ini memanfaatkan kekuatan regenerasi dari rumput laut untuk menciptakan lingkungan yang sempurna untuk memperbarui kulit dengan menenangkan tampilan kemerahan, iritasi, dan tanda-tanda peradangan yang terlihat.

Dwi nur ratnaningsih